Purbaya bertemu Sri Sultan di Yogyakarta membahas Bekalista, becak listrik, anggaran IKN, dan Pasar Rakyat UMi 2026 untuk mendukung UMKM.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Juli 16, 2026
![]() |
| Purbaya Bertemu Sri Sultan di Yogyakarta, Bahas Bekalista hingga Anggaran IKN |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Kepatihan Yogyakarta dan bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (16/7/2026). Pertemuan tersebut turut diisi pembahasan sejumlah agenda, mulai dari pengembangan becak listrik pariwisata hingga anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebelum menghadiri rangkaian acara resmi, Purbaya dan Sri Sultan terlebih dahulu menikmati santap siang bersama di Kompleks Kepatihan. Setelah itu, keduanya melanjutkan agenda menuju Alun-alun Kidul untuk membuka Pasar Rakyat UMi 2026 sekaligus meresmikan program Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista).
Purbaya terkesan dengan hidangan di Kepatihan
Usai makan siang, Purbaya mengaku menikmati sajian kuliner khas yang disiapkan dalam jamuan tersebut.
"Makan siang enak banget. Makan gulai kambing. Kambing ya, gulai, atau apa. Enak banget. Terus ada ayam, ada daging steak sama masakan ini. Enak kan?," kata Purbaya ke awak media.
Selain membahas agenda di Yogyakarta, Purbaya juga dimintai tanggapan mengenai usulan tambahan anggaran sebesar Rp2,86 triliun yang diajukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, untuk pembangunan tahap ketiga IKN.
Menurutnya, surat pengajuan tersebut belum diterima sehingga Kementerian Keuangan belum mengambil sikap terkait usulan tersebut.
"Suratnya belum sampai ke saya, jadi saya belum tahu. Saya akan pelajari seperti apa, begitu sampai ke saya. Tapi yang jelas saya akan ikutin petunjuk Pak Presiden tentang anggaran untuk IKN,” tegas Purbaya.
Resmikan Bekalista dan buka Pasar Rakyat UMi 2026
Setelah menyelesaikan agenda di Kepatihan, Purbaya secara resmi membuka Pasar Rakyat UMi Tahun 2026 yang digelar di Sasana Hinggil Dwi Abad, Keraton Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, Purbaya bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan secara simbolis bantuan Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) kepada para penerima manfaat di DIY.
Dalam sambutannya, Purbaya menyebut program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong modernisasi dan digitalisasi tanpa meninggalkan nilai budaya lokal, terutama melalui pemberdayaan sektor ultra mikro di bidang transportasi.
“Hari ini kita lihat salah satu pemberdayaan berbasis komunitas, Bekalista, di mana tradisi bukan penghalang kemajuan, tetapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri. Ini bukan cerita tentang mengganti becak lama dengan yang baru, tetapi menjaga icon lama dengan memberi energi baru,” jelas Purbaya.
Ia menjelaskan, program Bekalista merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat UMKM, melestarikan budaya, sekaligus mendukung percepatan penerapan kawasan rendah emisi atau low emission zone di sepanjang koridor Malioboro.
Didukung bengkel bergerak hingga stasiun pengisian daya
Purbaya mengungkapkan, modernisasi becak melalui Bekalista menyasar 80 pengemudi becak di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya yang telah melewati proses kurasi serta verifikasi faktual.
Agar operasional dapat berjalan secara berkelanjutan, program ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya satu unit bengkel bergerak (mobile workshop), 12 stasiun pengisian daya yang ditempatkan di titik strategis aktivitas ekonomi, delapan baterai cadangan, hingga bengkel induk Bekalista yang berlokasi di SMK Negeri 3 Yogyakarta sebagai bagian dari sarana teaching factory pendidikan kejuruan.
Bekalista diharapkan dorong ekonomi dan pariwisata hijau
Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti mengatakan penerapan ekosistem Bekalista diproyeksikan memberikan manfaat pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kesejahteraan ekonomi, perlindungan martabat para pekerja, dan percepatan pengembangan pariwisata hijau atau eco-tourism.
“Bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal,” ungkap Astera.
Ia menambahkan, keberlanjutan program tersebut ditopang oleh tiga fondasi utama, yaitu penguatan tata kelola komunitas melalui Koperasi Mobilitas Nasional Indonesia, pemeliharaan aset oleh mekanik lokal, serta integrasi transaksi digital menggunakan platform JogjaKita.
Sebagai informasi, Pasar Rakyat UMi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai salah satu special mission vehicles Kementerian Keuangan dalam memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM yang belum memenuhi kriteria pembiayaan perbankan atau non-bankable.



















































