Serangan Houthi Tewaskan ABK WNI, DPR Desak Pemerintah Terbitkan Travel Warning

15 hours ago 18

Serangan Houthi tewaskan ABK WNI di Yaman. DPR mendesak pemerintah segera menerbitkan travel warning ke wilayah konflik.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Agustus 13, 2026

kapal kargo MV Tihamah yang diserang Houthi di Yaman
Kapal kargo MV Tihamah yang menjadi sasaran serangan Houthi di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Serangan kelompok Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman, menewaskan seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI). DPR RI kini mendesak pemerintah segera menerbitkan travel warning bagi WNI yang hendak bepergian ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah.

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri pada Rabu (12/8/2026), sehari setelah serangan terhadap MV Tihamah terjadi.

"Kami berduka cita atas meninggalnya satu WNI akibat serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah bagi WNI mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut semakin berisiko," kata Iman dalam keterangannya.

Menurut Iman, meningkatnya ancaman di kawasan perairan Timur Tengah perlu menjadi perhatian serius, terutama karena risiko tersebut telah berdampak langsung terhadap pelaut sipil.

“Serangan terhadap kapal sipil menunjukkan risiko nyata bagi WNI, baik yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang melakukan perjalanan ke kawasan tersebut,” ujarnya.

DPR minta perlindungan WNI diperkuat

Iman menilai travel warning bukan semata-mata bentuk larangan perjalanan, tetapi dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko WNI berada di kawasan yang berpotensi terdampak serangan bersenjata.

Ia juga menyoroti kondisi keamanan di sejumlah wilayah perairan Timur Tengah yang dinilai semakin memanas.

“Apalagi saat ini situasi di Selat Hormuz maupun perairan di wilayah Timur Tengah kian memanas seiring konflik AS-Israel yang tak kunjung berakhir,” katanya.

Selain meminta penerbitan travel warning, Iman mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memberikan perhatian penuh kepada WNI yang menjadi korban serangan tersebut.

Pemerintah, menurut dia, perlu memastikan korban yang selamat mendapatkan perawatan dan pendampingan, sementara jenazah WNI yang meninggal diproses untuk dipulangkan ke Indonesia.

“Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Negara harus hadir dan memastikan hak-hak WNI yang menjadi korban terpenuhi,” pungkasnya.

Empat awak kapal tewas

MV Tihamah diketahui membawa 11 awak kapal yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

Berdasarkan laporan kantor berita Reuters yang disebut dalam sumber, serangan tersebut menyebabkan empat awak kapal meninggal dunia, yakni tiga warga Pakistan dan satu WNI.

Serangan itu terjadi di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman, pada Selasa (11/8/2026). Peristiwa tersebut menjadi dasar desakan agar pemerintah meningkatkan langkah perlindungan bagi WNI yang berada atau hendak bepergian ke wilayah konflik di Timur Tengah.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |