UMKM binaan Pertamina meraih omzet Rp8,57 miliar dari pameran, didukung 2.822 sertifikasi dan 579 pelatihan hingga Juni 2026.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Agustus 13, 2026
![]() |
| UMKM binaan Pertamina mengikuti berbagai pameran untuk memperluas akses pasar dan mengembangkan usaha (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — UMKM binaan Pertamina mencatat omzet Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026 setelah mengikuti berbagai pameran di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Capaian tersebut menjadi gambaran bagaimana akses pasar dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan usaha, menemukan konsumen baru, serta membangun jaringan dengan calon mitra bisnis.
Hingga akhir Juni 2026, Pertamina juga telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan legalitas dan standar produk yang dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperbesar peluang masuk ke pasar yang lebih luas.
Selain sertifikasi, penguatan kapasitas pelaku usaha dilakukan melalui 579 pelatihan yang diselenggarakan lewat Rumah BUMN Pertamina.
Pelatihan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan usaha.
Akses pameran buka peluang pasar lebih luas
Pertamina mencatat UMKM binaannya telah difasilitasi mengikuti 414 pameran sepanjang periode tersebut. Ajang yang diikuti mencakup pameran regional, nasional, hingga internasional.
Sejumlah pameran yang menjadi ruang pemasaran UMKM binaan Pertamina antara lain Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.
Pameran tidak hanya menjadi tempat transaksi. Bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, bertemu calon pembeli, membangun kolaborasi, serta menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat pendampingan tersebut adalah Sambal Ning Niniek, usaha yang dirintis Sri Wahyuni.
Sri mengatakan dukungan Pertamina turut membantu penguatan operasional dan kapasitas produksi usahanya. Salah satu bentuk dukungan yang diterimanya adalah bantuan modal sebesar Rp35 juta pada 2023.
“Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Sri Wahyuni.
Kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan usaha juga menjadi bagian dari perjalanan Sambal Ning Niniek. Sri terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025.
Menurut Sri, pelatihan melalui UMK Academy serta kesempatan mengikuti sejumlah pameran membantu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Pertamina dorong UMKM lebih mandiri
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan dukungan kepada UMKM diarahkan untuk memberikan bekal sekaligus membuka lebih banyak peluang agar pelaku usaha dapat berkembang secara mandiri.
“Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Baron mengatakan Pertamina tidak hanya memberikan pelatihan kepada UMKM binaannya. Dukungan juga diberikan melalui fasilitasi sertifikat dan legalitas, pembukaan akses pasar, perluasan jejaring, serta penciptaan peluang baru bagi pengembangan usaha.
“Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh,” katanya.
Momentum Hari UMKM Nasional, menurut Baron, menjadi pengingat bahwa pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha terus bertumbuh.
Dalam ekosistem tersebut, Pertamina mengambil peran sebagai enabler melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, sertifikasi, serta pembukaan akses terhadap pasar.
Upaya pengembangan UMKM tersebut juga disebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), terutama Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Dengan dukungan sertifikasi, pelatihan, dan akses pasar, UMKM binaan Pertamina diharapkan tidak berhenti pada peningkatan penjualan. Ekosistem tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, kompetitif, dan memperluas pasar secara mandiri.



















































