Sosok Dalam Video Cukur Kumis Dikabarkan Ditangkap, Benarkah? Cek Faktanya di Sini

15 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Februari 07, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Sosok Dalam Video Cukur Kumis Dikabarkan Ditangkap, Benarkah? Cek Faktanya di Sini
Sosok Dalam Video Cukur Kumis Dikabarkan Ditangkap, Benarkah? Cek Faktanya di Sini

PEWARTA.CO.ID — Isu mengenai penangkapan sosok dalam video viral Cukur Kumis ramai beredar di berbagai platform media sosial. Klaim tersebut menyebut aparat kepolisian telah mengamankan sosok yang tampil dalam video yang tengah menjadi perbincangan warganet itu.

Namun setelah ditelusuri, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Informasi soal penangkapan itu hanyalah rekayasa yang dibuat oknum konten kreator demi mendulang perhatian dan meningkatkan interaksi di media sosial.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menegaskan bahwa hingga Jumat (6/2/2026) pukul 14.00 WIB, tidak ada laporan maupun tindakan hukum yang dilakukan terkait video tersebut.

“Tidak ada penangkapan yang dilakukan Polri terkait video viral tersebut. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya informasi yang beredar tanpa konfirmasi resmi dari sumber terpercaya,” ujar Ramadhan kepada wartawan.

MASIH TERKAIT!

Viral Video Cukur Kumis Wanita Berhijab, Warganet Heboh Cari Versi Full Durasi Panjang

Rekayasa demi konten dan viralitas

Fenomena ini memperlihatkan pola baru dalam produksi konten digital. Sejumlah kreator diduga sengaja membuat video dengan narasi dramatis seolah-olah terjadi penangkapan, lengkap dengan visual yang dirancang meyakinkan. Padahal, peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.

Strategi tersebut dilakukan untuk memanfaatkan topik yang sedang trending. Dengan membungkusnya dalam cerita sensasional, kreator berharap memperoleh lonjakan tayangan, klik, serta penambahan pengikut dalam waktu singkat.

Pengamat media digital dari Universitas Indonesia, Dr. Sari Fitriana, menilai praktik semacam ini sebagai bentuk clickbait yang berisiko tinggi terhadap ekosistem informasi publik.

“Konten kreator memanfaatkan rasa penasaran warganet dengan membuat narasi dramatis tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya. Ini merusak ekosistem informasi digital,” paparnya.

Menurutnya, pola seperti ini bukan hanya soal etika bermedia sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan kepanikan dan disinformasi yang meluas jika tidak segera diluruskan.

RELEVAN DIBACA!

Video Cukur Kumis 3 Menit 56 Detik Viral, Netizen Ramai-ramai Buru Link Aslinya

Ancaman siber di balik video viral

Tidak hanya sebatas hoaks penangkapan, Tim Siber Polri juga menemukan indikasi penyalahgunaan momentum viral tersebut untuk aksi kejahatan digital. Sejumlah akun diketahui menyebarkan tautan yang diklaim sebagai “link video lengkap”.

Padahal, tautan itu justru berisi malware, phishing, hingga modus penipuan daring. Korban yang tergiur untuk melihat versi penuh video dilaporkan mengalami kerugian akibat pencurian data maupun akses ilegal terhadap perangkat mereka.

Praktik ini memperlihatkan bagaimana isu viral kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk kejahatan siber. Publik yang penasaran menjadi target empuk pelaku untuk menyebarkan program berbahaya atau jebakan digital lainnya.

MENARIK JUGA DIBACA!

Video Cukur Kumis Viral di TikTok, Netizen Heboh Buru Link Full Version, Apakah Benar-benar Ada?

Kominfo identifikasi 17 akun penyebar hoaks

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika turut bergerak menelusuri penyebaran informasi palsu tersebut. Hasil identifikasi sementara menemukan sedikitnya 17 akun yang terlibat dalam penyebaran narasi hoaks mengenai penangkapan pemeran Cukur Kumis.

Akun-akun tersebut saat ini tengah diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Langkah ini diambil sebagai upaya penegakan hukum sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

TAK KALAH HEBOH!

Video Cukur Kumis Bawah Berdurasi 3 Menit 56 Detik Viral, Warganet Diingatkan Bahaya Link Full Version Palsu

Imbauan terapkan prinsip 3C

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, khususnya yang beredar cepat di media sosial. Prinsip 3C dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks semakin meluas.

Pertama, cek sumber informasi melalui situs resmi atau akun yang telah terverifikasi. Kedua, lakukan cross-check dengan minimal dua sumber terpercaya. Ketiga, cermati konten yang memiliki kejanggalan, seperti proses editing yang kasar atau narasi yang terlalu berlebihan.

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Digital, Mira Tayyiba, menekankan bahwa viralitas bukan alasan untuk mengabaikan verifikasi.

“Viralitas bukan pembenaran untuk menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Setiap klik dan share yang kita lakukan berdampak nyata pada penyebaran hoaks,” tegasnya.

JANGAN LEWATKAN!

Link Asli Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik Jadi Buruan, Pengguna TikTok Diminta Waspada

Publik diminta tidak terjebak disinformasi

Hingga saat ini, identitas pemeran dalam video Cukur Kumis maupun klaim mengenai keberadaan versi lengkapnya belum dapat dipastikan kebenarannya. Tidak ada keterangan resmi yang mendukung narasi penangkapan seperti yang beredar di media sosial.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa arus informasi digital yang begitu cepat menuntut kehati-hatian ekstra dari setiap pengguna internet. Tanpa sikap kritis, masyarakat bisa dengan mudah terjebak dalam pusaran disinformasi yang merugikan banyak pihak.

Aparat dan pemerintah telah memberikan klarifikasi tegas. Kini, tanggung jawab ada di tangan publik untuk tidak ikut memperluas penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |