Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Februari 07, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Video Viral Cukur Kumis Disebut Ada yang Berdurasi 35 Menit, Simak Fakta Sebenarnya |
PEWARTA.CO.ID — Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan video bertajuk “cukur kumis durasi 35 menit” yang viral di TikTok hingga platform X. Konten tersebut dikaitkan dengan akun TikTok @fe***60 dan menampilkan seorang perempuan berhijab hitam yang tengah merapikan kumis tipis di atas bibirnya.
Sejak mencuat ke permukaan, video ini memicu rasa penasaran warganet. Tidak sedikit yang memburu tautan lanjutan karena beredar kabar adanya versi lengkap berdurasi 35 menit, bahkan potongan video dengan tampilan zoom yang diklaim lebih panjang.
Namun, benarkah video tersebut memiliki durasi sepanjang itu?
MASIH TERKAIT!
Viral Video Cukur Kumis Wanita Berhijab, Warganet Heboh Cari Versi Full Durasi Panjang
Awal mula video viral
Konten yang menjadi sorotan publik itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @fe***60 pada 1 Februari 2026. Video tersebut menampilkan gambar close-up wajah seorang perempuan berusia sekitar 20 hingga 30 tahun. Ia mengenakan hijab hitam longgar dan hoodie berwarna gelap.
Dalam tayangan tersebut, sang kreator terlihat melakukan perawatan sederhana. Ia memegang alat cukur elektrik (trimmer), lalu mencukur kumis tipis di sisi kiri dan kanan bibirnya.
Setelah proses selesai, ia mengoleskan lotion sebagai tahap akhir, kemudian memperlihatkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah dirapikan.
Durasi asli video itu ternyata hanya 2 menit 56 detik. Tidak ada narasi suara dalam konten tersebut. Video berjalan dengan visual natural dan santai, disertai teks bertuliskan, “Day 1 ngonten cukur kumis eh keterusan.”
Kesederhanaan konsep inilah yang membuat video cepat menyebar luas. Tanpa efek berlebihan, tanpa musik dramatis, hanya aktivitas grooming ringan yang jarang ditampilkan secara terbuka oleh perempuan berhijab.
RELEVAN DIBACA!
Video Cukur Kumis 3 Menit 56 Detik Viral, Netizen Ramai-ramai Buru Link Aslinya
Kontras yang mengundang perhatian
Salah satu faktor yang membuat video ini melejit adalah adanya kontras dengan stereotip umum tentang hijabers yang kerap diasosiasikan dengan penampilan feminin dan lembut.
Aktivitas mencukur kumis, yang sering dianggap identik dengan perawatan pria, justru dilakukan secara santai oleh sosok berhijab dalam video tersebut. Kombinasi inilah yang memicu reaksi beragam dari netizen—mulai dari dukungan, candaan, hingga rasa penasaran berlebihan.
Tak butuh waktu lama, potongan-potongan video tersebut beredar ulang di berbagai platform dengan berbagai narasi tambahan.
MENARIK JUGA DIBACA!
Video Cukur Kumis Viral di TikTok, Netizen Heboh Buru Link Full Version, Apakah Benar-benar Ada?
Benarkah ada versi full 35 menit?
Seiring viralnya konten, kata kunci seperti “full video cukur kumis 35 menit”, “zoom 3,56 menit”, hingga “part panjang @fe***60” mengalami lonjakan pencarian signifikan.
Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak terbukti.
Faktanya:
- Tidak pernah ada unggahan resmi berdurasi 35 menit dari akun @fefeq60.
- Video asli berdurasi 2 menit 6 detik.
- Angka 35 menit muncul dari potongan klip yang digabung-gabungkan oleh warganet.
- Sejumlah tautan yang beredar di Telegram atau situs luar justru mengarah pada potensi phishing dan malware.
Beberapa akun di X juga diketahui memotong video menjadi cuplikan 11 hingga 30 detik, lalu menyebarkannya ulang dengan narasi seolah-olah ada versi lanjutan yang lebih panjang. Manipulasi semacam ini membuat publik mengira terdapat konten eksklusif atau versi penuh yang belum tersebar luas.
Padahal, seluruh rumor mengenai “full 35 menit” tidak bersumber dari unggahan asli kreator.
MUNGKIN ANDA CARI!
Identitas sosok hijabers masih misterius
Di tengah viralnya video cukur kumis tersebut, identitas perempuan dalam konten tetap belum terungkap. Akun @fe***60 tidak pernah secara terbuka menyebutkan asal kota maupun provinsinya.
Bahasa yang digunakan dalam video maupun keterangan unggahan terbilang netral dan tidak menunjukkan dialek daerah tertentu. Sempat muncul spekulasi bahwa ia berasal dari Medan atau wilayah Jawa, namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi terkait hal itu.
Setelah video menjadi perbincangan luas, akun tersebut bahkan terlihat lebih tertutup. Langkah ini diduga sebagai upaya menjaga privasi di tengah derasnya perhatian publik.
Akibatnya, sosok hijabers dalam video viral tersebut masih menjadi misteri.
JANGAN LEWATKAN!
Link Asli Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik Jadi Buruan, Pengguna TikTok Diminta Waspada
Analisis: Konten biasa yang dibesar-besarkan
Jika dilihat secara objektif, konten yang diunggah @fe***60 sebenarnya tergolong self-care atau grooming sederhana. Tidak ada unsur kontroversial maupun muatan sensasional dalam video aslinya.
Daya tarik utamanya justru terletak pada:
- Kontras antara hijabers dan aktivitas yang dianggap maskulin.
- Teks bernuansa satire mengenai budaya membuat konten.
- Penyajian visual yang apa adanya dan tidak dibuat-buat.
Ironisnya, rumor yang berkembang jauh lebih besar dibanding isi video itu sendiri. Spekulasi soal durasi 35 menit, potongan zoom tertentu, hingga klaim adanya versi rahasia justru memperkeruh situasi.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana narasi tambahan dari warganet dapat membentuk persepsi publik yang berbeda dari fakta sebenarnya.
TAK KALAH HEBOH!
Sosok Dalam Video Cukur Kumis Dikabarkan Ditangkap, Benarkah? Cek Faktanya di Sini
Waspada tautan palsu
Maraknya pencarian “video cukur kumis 35 menit” juga memunculkan risiko lain. Sejumlah tautan yang beredar di media sosial dilaporkan mengarah ke situs tidak resmi yang berpotensi mengandung malware atau praktik phishing.
Warganet diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan klaim “full video” tanpa sumber jelas. Selalu pastikan tautan berasal dari akun resmi dan platform terpercaya.
Hingga kini, tidak ada bukti valid yang menunjukkan keberadaan video berdurasi 35 menit sebagaimana rumor yang beredar. Video asli tetap berdurasi 2 menit 6 detik, sebagaimana diunggah pertama kali oleh akun TikTok @fe***60.
Viralnya konten ini menjadi pengingat bahwa di era digital, spekulasi bisa menyebar jauh lebih cepat daripada fakta.



















































