Video Cukur Kumis Bawah Berdurasi 3 Menit 56 Detik Viral, Warganet Diingatkan Bahaya Link Full Version Palsu

3 hours ago 4

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Februari 05, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Video Cukur Kumis Bawah Berdurasi 3 Menit 56 Detik Viral, Warganet Diingatkan Bahaya Link Full Version Palsu
Video Cukur Kumis Bawah Berdurasi 3 Menit 56 Detik Viral, Warganet Diingatkan Bahaya Link Full Version Palsu

PEWARTA.CO.ID — Jagat media sosial Indonesia kembali diramaikan oleh kemunculan konten yang memancing rasa ingin tahu publik. Kali ini, perhatian warganet tertuju pada video viral bertajuk “cukur kumis bawah” yang ramai diperbincangkan di TikTok.

Video berdurasi 3 menit 56 detik tersebut mendadak menjadi buruan dan menuai jutaan penayangan dalam waktu singkat. Fenomena ini sekali lagi menunjukkan betapa cepatnya sebuah konten menyebar di era digital dan menjadi konsumsi massal hanya dalam hitungan hari.

MASIH TERKAIT!

Viral Video Cukur Kumis Wanita Berhijab, Warganet Heboh Cari Versi Full Durasi Panjang

Awal mula video viral

Konten yang mengundang kehebohan ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @fefeq60. Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan berhijab hitam mengenakan hoodie krem berbicara ke arah kamera.

Suara asli dari perempuan itu tidak terdengar jelas karena tertutup musik latar yang tengah populer di TikTok. Lagu tersebut diketahui telah digunakan dalam lebih dari 1,2 juta video lainnya.

Pada keterangan video tertulis, “Day 1 ngonten cukur kumis”, yang langsung memancing rasa penasaran publik. Kombinasi narasi singkat dan pemilihan tagar seperti #dayinmylife, #hijab, dan #viral membuat video ini dengan cepat muncul di beranda banyak pengguna.

Hingga kini, video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 139 ribu tanda suka dan ditonton sekitar 4,2 juta kali. Angka ini terus bertambah seiring banyaknya pengguna yang membagikan ulang atau membahasnya di berbagai platform.

RELEVAN DIBACA!

Video Cukur Kumis 3 Menit 56 Detik Viral, Netizen Ramai-ramai Buru Link Aslinya

Potongan video picu spekulasi

Isi video sebenarnya terbilang sederhana. Pada bagian awal, perempuan tersebut terlihat berbicara langsung ke kamera. Namun tak lama kemudian, sudut pengambilan gambar berubah dan hanya menyorot bagian kepalanya.

Perubahan angle ini memunculkan dugaan bahwa video yang beredar hanyalah potongan dari rekaman yang lebih panjang. Dari sinilah spekulasi berkembang dan memicu pencarian masif terhadap versi lengkapnya.

Di kolom komentar dan sejumlah platform lain, ramai klaim tentang keberadaan video “full version”. Ada yang menyebut durasi 3 menit 56 detik sebagai versi asli, bahkan ada pula yang mengklaim memiliki versi sepanjang 35 menit.

Fenomena ini mengingatkan pada tren viral sebelumnya seperti konten “Sok Imut”, di mana rasa penasaran publik dimanfaatkan untuk mendongkrak interaksi dan perbincangan. Selain akun @fefeq60, beberapa akun lain seperti @video.di.biyo6 juga ikut membahas atau mengunggah ulang konten serupa, sehingga spekulasi semakin meluas.

MENARIK JUGA DIBACA!

Video Cukur Kumis Viral di TikTok, Netizen Heboh Buru Link Full Version, Apakah Benar-benar Ada?

Waspada modus penipuan berkedok full video

Di balik ramainya pencarian, muncul ancaman serius yang tak boleh diabaikan. Sejumlah pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan momen viral ini untuk menyebarkan tautan palsu dengan iming-iming akses ke versi lengkap atau video “tanpa sensor”.

Padahal, hingga kini tidak ada bukti resmi yang dapat diverifikasi terkait keberadaan video panjang seperti yang diklaim beredar.

Tautan mencurigakan tersebut berpotensi menjadi jebakan phishing yang dirancang untuk mencuri data pribadi. Informasi sensitif seperti kata sandi akun, PIN, hingga data kartu kredit dan perbankan bisa menjadi sasaran.

Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari tampilan situs yang menyerupai platform resmi hingga permintaan login atau akses berlebihan ke akun media sosial pengguna.

Pentingnya literasi digital

Fenomena video viral cukur kumis bawah menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berselancar di internet. Rasa penasaran yang berlebihan terhadap konten sensasional kerap dimanfaatkan untuk menjebak pengguna.

Warganet disarankan untuk hanya mengakses konten dari platform resmi tanpa mengeklik tautan eksternal yang mencurigakan. Jika sebuah video memang tersedia secara legal, biasanya dapat ditonton langsung melalui aplikasi resminya tanpa harus melalui situs pihak ketiga.

Menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak mudah tergiur janji konten eksklusif adalah langkah bijak untuk menghindari risiko kejahatan siber.

Pada akhirnya, keamanan digital jauh lebih penting daripada sekadar memuaskan rasa penasaran terhadap konten viral yang belum jelas kebenarannya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |