Trump Siapkan Opsi Serangan Terbatas ke Iran 10 Hari ke Depan

16 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Februari 21, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Trump Siapkan Opsi Serangan Terbatas ke Iran 10 Hari ke Depan
Trump Siapkan Opsi Serangan Terbatas ke Iran 10 Hari ke Depan

PEWARTA.CO.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka kemungkinan melakukan serangan militer terbatas terhadap Iran. Langkah itu dipertimbangkan sebagai tekanan agar Teheran bersedia menyetujui pembatasan program nuklirnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan jurnalis, hanya beberapa jam setelah sejumlah pejabat AS memberi sinyal bahwa opsi militer sedang dipertimbangkan. Situasi ini menandai peningkatan tensi terbaru antara Washington dan Teheran di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Pada Kamis (19/2/2026), Trump menegaskan bahwa publik akan mengetahui arah kebijakan AS dalam waktu dekat. Ia menyebut keputusan penting akan terlihat “dalam 10 hari ke depan”, apakah kesepakatan tercapai atau Amerika Serikat mengambil langkah militer.

Pernyataan itu muncul di saat militer AS terus memperkuat kehadirannya di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan tersebut dinilai sebagai sinyal keseriusan Washington menghadapi kemungkinan eskalasi.

Diplomasi masih berjalan

Di tengah ancaman tersebut, jalur diplomatik tetap dibuka. Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya selama ini mencurigai Iran tengah mengarah pada pengembangan senjata nuklir. Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Teheran, yang menyatakan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Sejumlah pejabat dari kedua negara telah melakukan pertemuan di Swiss untuk membahas isu ini. Kedua pihak menyebut adanya kemajuan dalam pembicaraan, meskipun belum ada kesepakatan final yang diumumkan ke publik.

Pada Jumat (20/2/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa pemerintahnya tengah menyiapkan rancangan dokumen kesepakatan.

“Iran sedang menyiapkan 'draf kemungkinan kesepakatan' dan akan menyerahkannya kepada Utusan Khusus AS Steve Witkoff dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya.

Pembahasan tersebut dilakukan di Jenewa, Swiss, ketika tekanan militer dari Amerika Serikat justru semakin terlihat nyata.

Armada tempur AS dikerahkan

Washington memperkuat postur militernya dengan mengerahkan sejumlah aset strategis. Salah satunya adalah kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, yang dilaporkan bergerak menuju kawasan sekitar Iran.

Selain itu, kapal induk USS Abraham Lincoln juga telah dikerahkan. Armada tersebut diperkuat dengan tambahan kapal perusak, kapal tempur, serta jet-jet tempur yang meningkatkan kesiapsiagaan militer AS.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk tekanan strategis, sembari memberi ruang bagi negosiasi untuk mencapai solusi damai.

Iran perkuat pertahanan

Di sisi lain, citra satelit menunjukkan Iran turut memperkuat fasilitas militernya. Situasi ini memperlihatkan kedua negara sama-sama bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bahkan menyampaikan peringatan melalui media sosialnya.

"Presiden AS terus-menerus mengatakan bahwa AS telah mengirim kapal perang ke arah Iran. Tentu saja, kapal perang adalah peralatan militer yang berbahaya," tulis Khamenei dalam salah satu unggahannya.

Pesan tersebut dipandang sebagai bentuk respons tegas terhadap manuver militer Washington, sekaligus sinyal bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika terjadi serangan.

Dunia menanti keputusan

Dengan tenggat waktu 10 hari yang disebut Trump, dunia internasional kini menanti apakah ketegangan ini akan mereda melalui kesepakatan diplomatik atau justru meningkat menjadi konflik bersenjata terbatas.

Di satu sisi, peluang kompromi masih terbuka melalui perundingan di Swiss. Namun di sisi lain, pengerahan armada tempur dalam jumlah besar menunjukkan bahwa opsi militer bukan sekadar retorika.

Keputusan Washington dalam beberapa hari mendatang akan sangat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah—apakah menuju kesepakatan baru atau memasuki babak konfrontasi yang lebih serius.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |