5 Anggota TNI Keroyok Pengunjung Diskotek di Toraja Utara, Pelaku Sudah Ditahan Denpom

10 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, April 05, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

5 Anggota TNI Keroyok Pengunjung Diskotek di Toraja Utara, Pelaku Sudah Ditahan Denpom
5 Anggota TNI Keroyok Pengunjung Diskotek di Toraja Utara, Pelaku Sudah Ditahan Denpom

PEWARTA.CO.ID — Insiden pengeroyokan yang melibatkan aparat kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, lima oknum anggota TNI diamankan setelah diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap seorang pengunjung di sebuah diskotek di Kabupaten Toraja Utara.

Tak hanya melibatkan anggota TNI, kejadian tersebut juga disebut menyeret dua oknum polisi yang turut berada di lokasi saat insiden berlangsung.

Kasus ini kini tengah dalam penanganan aparat terkait untuk mengungkap secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Lima oknum TNI diamankan dan diperiksa

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Infanteri Armal, memastikan bahwa lima anggota TNI yang terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan dan kini menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami sudah limpahkan lebih lanjut ke subdenpom. Anggota yang kami tahan ada lima orang," ujar Armal, Minggu (5/4/2026).

Penanganan kasus ini dilakukan oleh Subdenpom yang berwenang dalam menangani pelanggaran yang melibatkan anggota militer. Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang terjadi di lapangan.

Kronologi keributan di tempat hiburan malam

Armal menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran awal, insiden pengeroyokan tersebut tidak dipicu oleh permintaan minuman gratis seperti yang ramai beredar di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keributan justru bermula dari reaksi salah satu pengunjung saat musik di tempat hiburan tersebut dihentikan secara tiba-tiba.

“Setelah musik dihentikan ada salah satu pengunjung protes tentang pemberhentian musik ini yang memicu perkelahian, ini kronologi awal yang kami dapatkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi yang sebelumnya menyebut adanya permintaan minuman gratis dari oknum aparat sebagai pemicu keributan.

Bantahan isu minuman gratis

Armal secara tegas membantah narasi yang berkembang di publik terkait dugaan permintaan minuman gratis oleh anggotanya. Ia menyebut informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan hasil investigasi awal yang telah dilakukan.

Menurutnya, pihaknya tetap berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, tanpa terkecuali. Penegakan disiplin dan hukum internal menjadi prioritas dalam menjaga integritas institusi.

Polisi juga dalami keterlibatan oknum

Sementara itu, dari pihak kepolisian, Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, menyampaikan bahwa proses penyelidikan juga tengah berjalan di internal kepolisian.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi, korban, serta anggota yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

"Jika terbukti bersalah, maka kasus tersebut akan ditindaklanjuti secara pidana oleh Satreskrim," singkatnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan kasus dilakukan secara paralel oleh masing-masing institusi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Hingga saat ini, baik pihak TNI maupun Polri masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus pengeroyokan tersebut. Pemeriksaan intensif diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh, termasuk peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |