Astronaut Artemis II Tidur Terbalik seperti Kelelawar di Kapsul Orion

12 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, April 07, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Astronaut Artemis II Tidur Terbalik seperti Kelelawar di Kapsul Orion
Astronaut Artemis II Tidur Terbalik seperti Kelelawar di Kapsul Orion

PEWARTA.CO.ID — Kehidupan di luar angkasa memang penuh tantangan, termasuk urusan sederhana seperti tidur. Hal inilah yang dialami para astronaut dalam misi Artemis II milik NASA saat menjalani perjalanan menuju Bulan.

Dengan ruang kapsul Orion yang terbatas, para astronaut tidak bisa menikmati waktu istirahat seperti di Bumi. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi sempit dan tanpa gravitasi, yang membuat cara tidur menjadi jauh dari kata normal.

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah posisi tidur para kru. Bahkan, ada astronaut yang memilih tidur dengan posisi terbalik, menyerupai kelelawar. Kondisi ini diungkap langsung oleh komandan misi Artemis II, Reid Wiseman.

"Christina tidur dengan kepala di bawah, seperti kelelawar," ujar Wiseman menggambarkan cara tidur salah satu astronaut yang cukup ekstrem, dikutip dari New York Post.

Ruang sempit memaksa posisi tidur tak biasa

Misi Artemis II melibatkan empat astronaut yang akan mengelilingi Bulan selama kurang lebih 10 hari menggunakan kapsul Orion. Namun, kapsul tersebut tidak dirancang dengan fasilitas tidur seperti di Bumi.

Keterbatasan ruang membuat para astronaut harus pintar memanfaatkan area yang tersedia. Setiap anggota kru memiliki tempat istirahat masing-masing, meski tidak dalam bentuk tempat tidur konvensional.

Wiseman menjelaskan bahwa para kru tidur di berbagai lokasi yang memungkinkan. Ada yang beristirahat di sudut sempit kapsul, ada yang tetap berada di kursi, hingga ada yang memilih posisi di bawah panel kontrol agar tetap siap siaga.

"Kami tidur di mana saja yang bisa muat," kata Wiseman.

Adaptasi di lingkungan tanpa gravitasi

Tantangan tidak berhenti pada ruang sempit saja. Kondisi tanpa gravitasi membuat tubuh astronaut tidak bisa menempel pada permukaan seperti saat berada di Bumi. Hal ini menyebabkan mereka bisa melayang saat tidur.

Situasi tersebut membuat posisi tidur menjadi sangat fleksibel. Para astronaut bebas memilih posisi, bahkan yang tidak mungkin dilakukan di Bumi sekalipun.

Selain itu, jadwal yang padat juga menjadi kendala tersendiri. Dalam 30 jam pertama setelah peluncuran, waktu istirahat sangat terbatas karena para kru harus fokus beradaptasi dengan lingkungan luar angkasa.

Bagian penting untuk misi masa depan

Meski terdengar tidak nyaman, kondisi ini justru menjadi bagian penting dari penelitian NASA. Misi Artemis II dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana tubuh manusia beradaptasi selama perjalanan panjang di luar orbit Bumi.

Data yang diperoleh akan sangat berharga untuk mendukung misi-misi berikutnya, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan dan eksplorasi ke Mars.

Di balik segala tantangan tersebut, para astronaut tetap merasakan pengalaman luar biasa. Mereka mengaku terpukau dengan keindahan pemandangan luar angkasa yang jarang bisa disaksikan manusia.

Pengalaman unik, termasuk cara tidur yang tidak biasa ini, menjadi bagian dari perjalanan besar umat manusia dalam menjelajahi ruang angkasa lebih jauh.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |