Bakom RI menegaskan narasi ekonomi kredibel penting menjaga kepercayaan investor, mendukung reindustrialisasi nasional, dan memperkuat iklim investasi
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juli 08, 2026
![]() |
| Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari. |
PEWARTA.CO.ID — Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan pentingnya membangun narasi ekonomi yang jujur dan dapat dipercaya sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung agenda reindustrialisasi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Qodari saat menghadiri Bisnis Indonesia Forum yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
"Sebuah pabrik dibiayai di atas kepercayaan. Kepercayaan itu dibangun di atas cerita yang kredibel," katanya.
Narasi ekonomi harus dibangun secara objektif
Qodari menjelaskan bahwa penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta atau terlalu berlebihan justru berpotensi menimbulkan keraguan di kalangan investor maupun pelaku usaha. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi minat investasi.
Karena itu, Bakom RI berkomitmen menyampaikan agenda industrialisasi secara konsisten, objektif, serta mengedepankan transparansi tanpa manipulasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan terhadap iklim investasi di Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang tidak sejalan dengan kondisi nyata pada akhirnya akan kehilangan kredibilitas. Di sisi lain, penyampaian informasi yang terlalu pesimistis juga dinilai bisa menghambat masuknya investasi baru.
Kepercayaan investor menjadi bagian penting reindustrialisasi
Menurut Qodari, keberhasilan program reindustrialisasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan kawasan industri atau kebijakan pemerintah. Faktor lain yang tak kalah penting adalah keyakinan para pelaku ekonomi terhadap prospek masa depan Indonesia.
"Undang-undang ekonomi kita bagus. Tapi, soal keyakinan ini yang mungkin jadi soal dalam beberapa sektor. Nah, kami percaya bahwa keyakinan itu tumbuh dari cerita dan komunikasi," ujarnya.
Ia menilai komunikasi yang tepat mampu memperkuat optimisme dunia usaha terhadap arah pembangunan ekonomi nasional.
Komunikasi publik harus sejalan dengan kualitas kebijakan
Dalam forum tersebut, Bakom RI juga menyoroti pentingnya menyelaraskan komunikasi publik dengan kualitas kebijakan pemerintah. Menurut Qodari, komunikasi yang dipercaya masyarakat maupun investor hanya dapat terbangun apabila didukung kebijakan yang baik.
Selain itu, Bakom RI akan menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari para pelaku ekonomi yang hadir dalam forum tersebut. Seluruh masukan itu nantinya akan disampaikan kepada para pengambil kebijakan sebagai bahan penyempurnaan strategi reindustrialisasi menuju Indonesia Emas 2045.



















































