Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Februari 16, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Bus Transjakarta di Pancoran Keluarkan Asap Tebal Bikin Penumpang Panik, Ini Kronologinya |
PEWARTA.CO.ID — Sebuah armada bus milik PT Transportasi Jakarta mendadak mengeluarkan asap tebal saat berhenti di Halte Pancoran, Jakarta Selatan. Insiden yang melibatkan bus koridor 9 rute Pinang Ranti–Pluit itu sontak viral di media sosial dan memicu kepanikan penumpang.
Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan kepulan asap membumbung dari bagian belakang bus. Sejumlah penumpang tampak bergegas turun dan menjauh dari kendaraan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. Situasi di sekitar halte pun sempat ramai oleh kepanikan.
Pihak Transjakarta akhirnya buka suara terkait kejadian tersebut. Manajemen memastikan bahwa peristiwa itu merupakan gangguan teknis dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas gangguan teknis yang terjadi pada armada bus DMR 715, milik operator Damri rute Koridor 9 (Pinang Ranti - Pluit) di Halte Pancoran,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, Senin (16/2/2026).
Ayu menjelaskan, sumber asap berasal dari bagian kap mesin belakang bus. Gangguan dipicu kebocoran radiator yang disertai lepasnya vanbelt, sehingga memicu asap tebal keluar dari area mesin.
Meski demikian, ia memastikan petugas di lapangan bergerak cepat melakukan penanganan. Seluruh penumpang langsung dievakuasi ke area halte dalam kondisi aman.
“Seluruh pelanggan telah dievakuasi dengan aman ke area halte dan dialihkan ke bus berikutnya dengan tertib,” ujarnya.
Transjakarta juga mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional armada tersebut. Bus yang mengalami gangguan langsung ditarik dari jalur layanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Transjakarta memutuskan untuk melakukan pemberhentian operasi sementara (grounded) armada bus tersebut. Langkah ini diambil guna melakukan inspeksi menyeluruh (comprehensive check) dan memastikan setiap unit memenuhi standar kelaikan jalan yang ketat sebelum diizinkan kembali melayani pelanggan,” ujarnya.
Tak hanya itu, manajemen juga melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Pemeriksaan turut diperluas terhadap puluhan armada sejenis guna mencegah insiden serupa terulang.
“Kami berkomitmen untuk tidak menoleransi segala bentuk pengabaian standar teknis demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama. Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, Transjakarta disebut tengah mengecek 59 unit bus gandeng berbahan bakar BBG merek Zhongtong, khususnya pada sistem pendingin mesin. Langkah preventif ini dilakukan demi memastikan seluruh armada dalam kondisi prima sebelum kembali melayani masyarakat.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin dan pengawasan teknis terhadap transportasi publik di ibu kota. Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa asap tebal di Halte Pancoran tersebut sempat memicu kepanikan dan menjadi sorotan warganet.



















































