Hammad Hendra
Minggu, Maret 15, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Diam-diam BTN lakukan transformasi besar! Layanan digital diperkuat, kredit dibuat lebih cepat. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Bank Tabungan Negara (BTN) tengah melakukan perubahan besar dalam strategi bisnisnya.
Bank milik negara tersebut memperkuat layanan digital sekaligus meningkatkan efisiensi proses kredit guna menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, modern, dan terintegrasi bagi nasabah.
Transformasi ini dijalankan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari modernisasi kantor cabang, pembaruan sistem operasional kredit, hingga pengembangan layanan digital yang semakin luas.
Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029.
Visi tersebut diwujudkan melalui sejumlah strategi yang tercantum dalam corporate plan perusahaan.
"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman, Sabtu (14/3/2026).
Perkuat mesin pendanaan agar bisnis berkelanjutan
BTN menilai penguatan pendanaan atau funding menjadi faktor penting agar aktivitas pembiayaan bank dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Dalam industri perbankan, pendanaan menjadi “bahan bakar” utama untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat.
"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya.
Selain memperkuat pendanaan, BTN juga mengembangkan pendekatan holistic banking proposition, yaitu memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling kepada nasabah.
Selama ini BTN dikenal sebagai bank yang fokus pada kredit perumahan atau KPR.
Namun ke depan, bank ini mulai memperluas layanan menuju konsep beyond mortgage.
Melalui pendekatan tersebut, BTN menghadirkan berbagai produk keuangan lain seperti payroll, kartu kredit, layanan investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.
"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman.
Sistem loan factory percepat proses kredit
Selain strategi pendanaan, BTN juga memperkuat layanan digital melalui pembaruan sistem pengelolaan kredit.
Salah satu langkah utamanya adalah menghadirkan sistem loan factory yang memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR.
Sebelumnya, proses pengolahan kredit dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di berbagai wilayah seperti Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Namun model tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan, mulai dari standar proses yang belum seragam, sistem kontrol yang belum sepenuhnya terpusat, hingga perbedaan kapasitas kerja antar wilayah.
Melalui sistem loan factory, proses kredit kini dilakukan secara terpusat dengan dukungan sistem digital sehingga dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi.
“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.
Sistem ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia dengan harapan proses pengajuan kredit menjadi lebih cepat sekaligus meningkatkan produktivitas operasional bank.
BTN bangun pusat penyimpanan dokumen modern
Transformasi operasional BTN juga mencakup pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki bank ini, pengelolaan dokumen agunan menjadi hal penting yang harus dilakukan secara aman dan terstruktur.
Untuk mendukung hal tersebut, BTN membangun Records Center, yaitu pusat penyimpanan dokumen kredit yang dirancang lebih modern dan memiliki tingkat keamanan tinggi.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem administrasi kredit sekaligus mendukung transformasi digital yang sedang dilakukan oleh BTN.



















































