Jet tempur KF-21 Boramae yang dikembangkan bersama Indonesia resmi rampung dan siap beroperasi di Korea Selatan mulai September 2026.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Juli 30, 2026
![]() |
| KF-21 Boramae hasil pengembangan Korea Selatan bersama Indonesia telah menyelesaikan proyeknya dan dijadwalkan mulai beroperasi pada September. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Korea Selatan resmi menuntaskan pengembangan KF-21 Boramae, pesawat tempur buatan dalam negeri pertama yang dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara nasional. Setelah melalui serangkaian pengujian, jet tempur tersebut dijadwalkan mulai diserahkan kepada Angkatan Udara Republik Korea pada September 2026.
Keberhasilan proyek ini menjadi tonggak penting bagi Seoul dalam memperkuat industri pertahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pesawat tempur impor.
Pengembangan KF-21 resmi selesai
Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengumumkan pada Rabu (29/7/2026) bahwa proyek pengembangan KF-21 dengan nilai mencapai KRW 8,8 triliun atau sekitar Rp102 triliun telah resmi dituntaskan.
Rampungnya tahap pengembangan membuka jalan bagi pengiriman unit operasional pertama kepada Angkatan Udara Republik Korea yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Program KF-21 sendiri mulai dijalankan sejak 2015 sebagai bagian dari upaya menggantikan armada pesawat tempur F-4 Phantom dan F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang telah berusia tua.
Prototipe perdana diperkenalkan pada 2021. Selanjutnya, pesawat tersebut berhasil melewati evaluasi akhir kelayakan tempur pada Mei 2026 setelah memenuhi seluruh persyaratan performa operasional.
Menurut DAPA, selama proses pengembangan KF-21 telah menjalani lebih dari 1.600 kali uji terbang tanpa mengalami satu pun kecelakaan.
"Keberhasilan KF-21 adalah pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat kerja keras para teknisi, dan juga dukungan masyarakat yang percaya pada kekuatan kemampuan teknis kita," kata Menteri DAPA Lee Yong-cheol, sebagaimana dilansir TRT.
![]() |
| KF-21 Boramae hasil pengembangan Korsel-Indonesia |
Produksi massal segera berjalan
Setelah memasuki tahap operasional, DAPA menargetkan pengiriman pesawat pertama pada September 2026.
Pemerintah Korea Selatan menargetkan sebanyak 40 unit KF-21 telah beroperasi pada 2028.
Selanjutnya, sebanyak 80 unit versi yang telah ditingkatkan direncanakan diproduksi hingga 2032. Dengan demikian, total armada KF-21 yang dimiliki Angkatan Udara Korea Selatan ditargetkan mencapai 120 pesawat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi negara itu untuk mempercepat penggunaan pesawat tempur modern hasil produksi dalam negeri.
Indonesia tetap menjadi mitra pengembangan
Dalam proyek KF-21 Boramae, Indonesia tetap berperan sebagai mitra pengembangan sejak program dimulai.
Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menyepakati pembagian biaya pengembangan sebagai imbalan atas transfer teknologi, penyediaan pesawat prototipe, serta berbagai manfaat di bidang industri pertahanan.
Selesainya pengembangan KF-21 diharapkan semakin memperkuat ambisi Korea Selatan menjadi salah satu eksportir produk pertahanan global, sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap pesawat tempur buatan luar negeri.




















































