Museum Mega Science Center dan Budaya di Batu Terinspirasi Science Center Negara Maju

7 hours ago 10

Mega Science Center dan Budaya JTP 1 Kota Batu terinspirasi Science Center di negara maju dan dikembangkan bersama tiga perguruan tinggi.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Rabu, September 16, 2026

Museum Mega Science Center dan Budaya JTP 1 Kota Batu
Museum Mega Science Center dan Budaya JTP 1 Kota Batu dikembangkan dari inspirasi pusat sains di sejumlah negara maju. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Museum Mega Science Center dan Budaya di Jawa Timur Park 1 (JTP 1) Kota Batu dikembangkan Jawa Timur Park Group setelah terinspirasi keberadaan Science Center di sejumlah negara maju.

Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo mengatakan gagasan membangun fasilitas tersebut muncul dari kegiatan benchmarking yang dilakukan pihaknya ke luar negeri. Dari pengamatan itu, Jatim Park Group melihat keberadaan pusat sains sebagai salah satu fasilitas yang banyak tersedia di negara maju.

“Karena ide kami dari kita sering benchmarking di luar negeri, jadi kita lihat kenapa negara-negara maju itu punya Science Center,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Rio, keberadaan Science Center di Indonesia masih terbatas. Kondisi tersebut kemudian mendorong Jatim Park Group mengembangkan fasilitas sains dengan skala yang lebih besar di JTP 1.

Dari fasilitas sains menjadi konsep berskala besar

Jatim Park Group sebelumnya telah memiliki fasilitas sains di Jatim Park 1. Namun, fasilitas tersebut masih berukuran lebih kecil dibandingkan konsep Museum Mega Science Center dan Budaya yang kini dikembangkan.

Rio mengatakan pengembangan museum diarahkan untuk menggabungkan sains dengan unsur budaya dalam satu kawasan. Konsep tersebut menjadi bagian dari keputusan perusahaan untuk berinvestasi membangun fasilitas dengan skala yang lebih besar.

“Kami memikirkan yang skala besar dengan museum ini, yang membuat kita dari budaya menjadi satu, dengan Science Center ini sangat menarik,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, museum dikembangkan sebagai fasilitas edukasi yang mempertemukan pembelajaran sains dan budaya. Pengembangannya merupakan perluasan dari fasilitas sains yang sebelumnya sudah tersedia di JTP 1.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian Museum Mega Science Center di JTP 1 Kota Batu
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian Museum Mega Science Center di JTP 1 Kota Batu, Rabu (16/9/2026). (Dok. Ist)

Gandeng tiga perguruan tinggi

Pengembangan konten Museum Mega Science Center dan Budaya juga melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra. Jatim Park Group menggandeng Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, dan BINUS University.

Rio menyebut kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan masukan dalam proses pengembangan museum. Sejumlah perguruan tinggi lain juga disebut tertarik memberikan kontribusi, tetapi keterbatasan tempat menjadi salah satu kendala.

“Ya kami sementara ini ada tiga perguruan tinggi ya, pertama kita dengan Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, yang lain juga ada dari BINUS University,” tandasnya.

Keterlibatan tiga perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya Jatim Park Group dalam menyusun fasilitas edukasi berbasis sains dan budaya.

Museum Mega Science Center dan Budaya kini dikembangkan dengan konsep yang lebih besar dibandingkan fasilitas sains sebelumnya di JTP 1. Di dalamnya, pembelajaran sains dipadukan dengan unsur budaya serta didukung kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |