IAS Group percepat transformasi bisnis, sinergi BUMN, industri aviasi nasional, layanan aviasi terintegrasi, dan tata kelola perusahaan.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juli 29, 2026
![]() |
| IAS Group memperkuat transformasi bisnis dan sinergi antarunit usaha untuk mendukung agenda perubahan BUMN di sektor aviasi. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) terus memperkuat langkah transformasi bisnis melalui peningkatan sinergi antarentitas usaha. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digagas Danantara dan Kementerian BUMN.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) IAS Group bertajuk "Satukan Langkah Bangun Sinergi". Forum ini menjadi momentum penyelarasan strategi perusahaan agar mampu menghadapi perkembangan industri penerbangan yang semakin dinamis.
Rapat tersebut dihadiri Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono, jajaran direksi IAS, pimpinan anak perusahaan, serta manajemen IAS Group.
Pertemuan itu membahas penguatan koordinasi dan strategi perusahaan dalam membangun ekosistem bisnis aviasi yang lebih sehat, kompetitif, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Konsolidasi menjadi fondasi penguatan IAS
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan bahwa proses konsolidasi yang dilakukan IAS menjadi langkah penting dalam membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih tangguh.
Menurut Maya, penguatan struktur perusahaan tidak hanya berkaitan dengan penyatuan entitas bisnis, tetapi juga mencakup perubahan budaya kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
"Langkah konsolidasi yang dijalankan IAS merupakan fondasi penting dalam membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih kuat, lebih lincah, dan mampu menjawab dinamika industri penerbangan yang terus berkembang," ujar Maya.
Ia menilai IAS memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai perusahaan penyedia layanan aviasi terintegrasi berstandar internasional atau World-Class Single Aviation Services Company.
Karena itu, Maya menekankan pentingnya komitmen seluruh jajaran IAS dalam menjaga keunggulan operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan menerapkan semangat Zero Tolerance Operational Failure.
IAS dorong kolaborasi antarunit usaha
Sementara itu, Direktur Utama IAS Tri Andayani mengajak seluruh pimpinan IAS Group memperkuat kerja sama antarunit usaha. Menurutnya, integrasi perusahaan harus berjalan tanpa adanya batas antarentitas agar proses transformasi dapat berlangsung lebih efektif.
Tri menjelaskan percepatan merger perlu didukung dengan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi terhadap pencapaian hasil.
Dengan pendekatan tersebut, IAS Group diharapkan mampu membangun perusahaan aviasi yang lebih efisien serta memiliki daya saing global.
"Kita memiliki komitmen penuh untuk menuntaskan proses integrasi IAS Group sehingga mampu melahirkan perusahaan aviasi yang semakin kuat, semakin efisien, dan mampu menjadi pemain kelas dunia dengan standar layanan terbaik," katanya.
Strategi transformasi pascakonsolidasi
Dalam Rapim IAS Group, perusahaan juga melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnis sekaligus membahas strategi menghadapi berbagai tantangan industri aviasi.
Pembahasan tersebut mencakup penguatan implementasi transformasi setelah proses konsolidasi sejumlah entitas usaha di bawah IAS Group.
Melalui integrasi bisnis, IAS menargetkan peningkatan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kemampuan dalam menyediakan layanan aviasi secara menyeluruh.
Layanan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari ground handling, kargo dan logistik, hospitality, operation support, hingga layanan properti.
Perkuat tata kelola dan transformasi digital
Selain fokus pada integrasi bisnis, IAS Group juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta transformasi digital.
Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk memperkuat posisi industri aviasi nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, IAS Group berupaya mendukung agenda transformasi BUMN sekaligus membangun perusahaan layanan aviasi yang semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat global.



















































