Kebakaran hutan Prancis meluas di dekat Bordeaux hingga memaksa 10.000 orang dievakuasi. Gelombang panas Eropa disebut memperparah penyebaran api.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Juli 25, 2026
![]() |
| Kebakaran Hutan Prancis Meluas, 10.000 Warga dan Wisatawan Dievakuasi di Dekat Bordeaux |
PEWARTA.CO.ID — Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat daya Prancis terus meluas dan memaksa lebih dari 10.000 orang meninggalkan kawasan terdampak. Api yang bergerak cepat dilaporkan telah menghanguskan sekitar 2.000 hektare lahan di sebelah barat Kota Bordeaux.
Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian kebakaran besar yang melanda Eropa di tengah suhu ekstrem. Tahun ini, luas lahan yang terbakar di berbagai wilayah Eropa tercatat melampaui rata-rata tahunan selama dua dekade terakhir.
Evakuasi besar-besaran di sekitar Bordeaux
Ratusan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menahan laju api yang terus menyebar. Berdasarkan keterangan otoritas prefektur pada Kamis (23/7/2026), sebanyak 500 personel diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran.
Sebelumnya, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia saat menangani kebakaran di kawasan dekat Bandara Bordeaux pada Selasa (21/7/2026).
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, juga telah menemui keluarga kedua petugas tersebut pada Rabu (22/7/2026). Di sisi lain, serikat pekerja mengingatkan bahwa para petugas kini menghadapi kelelahan berat serta keterbatasan sumber daya dalam menangani kebakaran yang terus berlangsung.
Kobaran api disebut memiliki intensitas langka
Kondisi vegetasi di lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan utama bagi tim pemadam. Kawasan tersebut dipenuhi hutan pinus yang rapat sehingga mempercepat penyebaran api.
"Kami berurusan dengan tegakan pohon pinus yang sangat lebat dan rapat,"
"langka".
Pernyataan tersebut disampaikan Kapten Pemadam Kebakaran Wilfried Schneider, sebagaimana dilansir Reuters, saat menggambarkan tingkat keparahan kebakaran yang sedang dihadapi.
Wisatawan menjadi mayoritas korban evakuasi
Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan Teluk Arcachon yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Prancis.
Sebagian besar warga yang dievakuasi merupakan wisatawan yang tengah menginap di area perkemahan di sekitar lokasi. Hingga saat ini, pemerintah prefektur menyatakan belum ada laporan korban luka akibat peristiwa tersebut.
Gelombang panas kembali melanda Eropa
Kebakaran terjadi bersamaan dengan gelombang panas ekstrem yang kembali menerjang kawasan Eropa selatan. Di sejumlah wilayah, suhu udara dilaporkan menembus lebih dari 40 derajat Celsius.
Sepanjang tahun ini, Eropa telah mengalami tiga kali gelombang panas yang datang hampir tanpa jeda. Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga disebut berkontribusi terhadap ribuan kematian tambahan yang terjadi selama periode Mei hingga Juni.
Para ilmuwan menilai perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia terus memperburuk intensitas gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko munculnya badai ekstrem yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih luas.



















































