Kekasih Khawatir Ammar Zoni Putus Asa di Nusakambangan, Sel Isolasi Minim Cahaya Jadi Sorotan

7 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Mei 12, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Kekasih Khawatir Ammar Zoni Putus Asa di Nusakambangan, Sel Isolasi Minim Cahaya Jadi Sorotan
Ilustrasi. Kondisi Ammar Zoni di sel seorang diri. (Created by AI)

PEWARTA.CO.ID — Kondisi Ammar Zoni selama menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan kembali menjadi perhatian publik.

Sang kekasih, Hayati Kamelia, mengaku cemas melihat situasi yang harus dihadapi aktor tersebut, terutama sejak menyandang status high risk di dalam lapas.

Menurut Hayati, status tersebut membuat Ammar harus menempati sel seorang diri. Situasi itu dinilai berat karena membuat sang aktor lebih banyak menghabiskan waktu dalam kesendirian.

“Yang ditakutkan itu kan memang dia dibawa kembali ke Nusakambangan. Karena statusnya high risk (berisiko tinggi), jadi satu orang menghuni satu sel. Begitu kan," ujarnya kepada awak media di kawasan Jakarta Barat, pada 11 Mei 2026.

Sel isolasi Ammar Zoni jadi perhatian

Hayati Kamelia juga menyoroti kondisi sel isolasi yang ditempati Ammar Zoni. Ia menyebut penerangan di dalam ruangan sangat minim sehingga memunculkan suasana yang mencekam.

Menurutnya, keadaan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi mental para narapidana yang menjalani masa tahanan di ruang isolasi.

“Bayangkan saja, Bang Ammar harus berdiam di dalam kegelapan karena penerangan di dalam sel isolasi kan hanya mengandalkan lampu 5 Watt. Belum lagi, setiap hari dia hanya menatap tembok. Gimana orang tidak trauma?” ungkapnya.

Hayati menilai kondisi seperti itu bisa membuat seseorang merasa tertekan. Terlebih, Ammar Zoni disebut sudah cukup lama menjalani masa tahanannya di Nusakambangan.

Keluarga berharap status high risk ditinjau ulang

Lebih lanjut, Hayati mengungkapkan pihak keluarga berharap status high risk yang disandang Ammar Zoni dapat ditinjau kembali oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS).

Ia mengatakan, ayah dua anak tersebut sudah menjalani masa tahanan selama sekitar enam bulan. Karena itu, keluarga berharap ada evaluasi terhadap status yang kini diterapkan kepada Ammar.

“Saya khawatirnya Bang Ammar down lalu putus asa. Karena kan sebelum dibawa ke Nusakambangan saja, dia sudah terlihat putus asa. Enggak semua hal kan harus saya ceritakan,” tuturnya menambahkan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |