Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, April 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Kereta Cepat Whoosh Berhenti Mendadak di Jalur Layang Kopo |
PEWARTA.CO.ID — Perjalanan kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh sempat mengalami gangguan saat melintas di jalur layang kawasan Kopo, Bandung. Insiden tersebut sontak menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pun angkat bicara terkait kejadian tersebut. Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional kereta terjadi akibat adanya benda asing yang masuk ke lintasan rel.
Menurut Eva, peristiwa itu terjadi pada Jumat lalu di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung. Angin kencang disebut membawa sejumlah benda ke jalur rel sehingga perlu dilakukan penanganan cepat demi keselamatan perjalanan.
"Ini kejadian Jumat lalu sewaktu ada kondisi cuaca ekstrem wilayah Bandung, ada beberapa benda asing yang terbawa angin ke jalur Whoosh sehingga harus disterilkan jalurnya," kata Eva kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).
Kronologi kejadian
Eva memaparkan, kereta cepat dengan nomor perjalanan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan pada pukul 16.45 WIB. Penghentian ini dilakukan setelah sistem keamanan mendeteksi adanya gangguan di lintasan.
"Untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem,”ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem sensor yang terpasang pada Whoosh telah lebih dulu mendeteksi keberadaan benda asing tersebut. Dengan begitu, potensi risiko dapat segera diantisipasi sebelum membahayakan perjalanan kereta.
“Sebelumnya, sistem sensor telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat diantisipasi dan tidak membahayakan perjalanan,”lanjutnya.
Operasional kembali normal
Proses penanganan gangguan berlangsung cepat. Eva menyebut, sterilisasi jalur berhasil diselesaikan hanya dalam hitungan menit.
"Penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan. Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan," pungkasnya.
Meski sempat terhenti, operasional Whoosh dipastikan tetap aman dan terkendali. Tidak ada dampak keterlambatan besar terhadap jadwal perjalanan, dan seluruh layanan kembali berjalan normal setelah jalur dinyatakan steril.



















































