KRI Gajah Mada akan tiba di Indonesia pada September 2026. Simak spesifikasi dan sejarah operasi kapal induk Giuseppe Garibaldi.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Rabu, Agustus 26, 2026
![]() |
| Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada setelah tiba di Indonesia. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia tengah berlayar menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada 15-20 September 2026. Setelah sampai di Tanah Air, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan menjadi kapal induk pertama Indonesia melalui skema hibah pertahanan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan sejumlah kapal fregat Italia selama perjalanan menuju Indonesia.
KRI Gajah Mada nantinya tidak hanya dioperasikan dengan helikopter TNI AL. TNI juga menyiapkan kemampuan agar helikopter milik TNI AU dan TNI AD dapat beroperasi dari kapal tersebut.
"Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal. Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk," kata Ali, dikutip Rabu (26/8/2026).
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi menggunakan empat turbin gas CODAG Fiat yang dibuat di bawah lisensi GE. Sistem penggerak tersebut menghasilkan daya berkelanjutan sebesar 81.000 hp atau sekitar 60 MW.
Tenaga tersebut disalurkan melalui dua poros dan memungkinkan kapal mencapai kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 56 km per jam. Pada kecepatan sekitar 20 knot atau 37 km per jam, kapal memiliki jangkauan hingga 7.000 mil laut atau sekitar 13.000 kilometer.
Untuk persenjataan, kapal ini dilengkapi empat sistem rudal darat-ke-darat jarak pendek Otomat Mk2 yang ditempatkan di bagian buritan. Giuseppe Garibaldi juga memiliki dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS.
Sistem pertahanannya mencakup dua peluncur SAM delapan sel dengan rudal SARH Aspide serta tiga sistem CIWS Oto Melara kembar 40L70 DARDO.
Kapal tersebut juga dilengkapi berbagai sistem penangkal dan peperangan elektronik. Di antaranya dua peluncur SCLAR 20 laras untuk sekam, umpan, suar atau pengacau, sistem anti-torpedo SLQ-25 Nixie dan SLAT, serta sistem ECM.
Giuseppe Garibaldi menjalani modernisasi pada 2003 dan restrukturisasi besar-besaran pada 2013.
Jejak operasi militer
Nama Giuseppe Garibaldi diambil dari Jenderal Italia abad ke-19 dengan nama yang sama. Selama bertugas di Angkatan Laut Italia, kapal ini telah digunakan dalam sejumlah operasi militer.
Salah satu penugasannya berlangsung ketika Italia mengerahkan pesawat tempur Harrier AV-8B II+ dari kapal tersebut dalam konflik Kosovo di Balkan pada 13 Mei hingga awal Juni 1999.
Pesawat yang beroperasi dari Giuseppe Garibaldi melaksanakan 30 serangan mendadak dengan total 63 jam penerbangan. Persenjataan yang digunakan mencakup bom Mk 82, GBU-16 dan rudal AGM-65 Maverick.
Kapal tersebut juga terlibat dalam Operasi Restore Hope di Somalia untuk mendukung operasi amfibi kontingen Italia. Pada 1995, Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Somalia guna mendukung kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam UNOSOM Task Force.
Setelah serangan 11 September 2001, militer Italia turut berpartisipasi dalam Operasi Enduring Freedom di Afghanistan sebagai bagian dari perang melawan teror yang dideklarasikan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
Dalam penugasan tersebut, Giuseppe Garibaldi berperan sebagai kapal komando GRUPNAVIT I, Grup Angkatan Laut Italia ke-1. Kelompok ini juga mencakup Zeffiro serta tim patroli dan pemasok penerbang di Etna.
Kelompok tersebut berlayar dari Taranto pada 18 November 2001. Tugasnya meliputi intersepsi, dukungan laut dan udara, serta interdiksi pesawat di Afghanistan.
Setelah perjalanan dari Italia selesai, Giuseppe Garibaldi akan memasuki fase baru dalam sejarah operasionalnya sebagai KRI Gajah Mada. Kapal tersebut selanjutnya menjadi bagian dari kekuatan TNI AL dengan rencana pengoperasian helikopter dari tiga matra TNI.



















































