Kronologi Yai Mim Meninggal di Tahanan Polresta Malang, Sempat Dinyatakan Sehat

3 hours ago 6

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, April 13, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Kronologi Yai Mim Meninggal di Tahanan Polresta Malang, Sempat Dinyatakan Sehat
Kronologi Yai Mim Meninggal di Tahanan Polresta Malang, Sempat Dinyatakan Sehat

PEWARTA.CO.ID — Kabar meninggalnya Yai Mim atau Imam Muslimin, seorang tahanan kasus pornografi di Polresta Malang Kota, mengejutkan publik.

Eks dosen UIN Malang tersebut mengembuskan napas terakhir pada Senin (13/4/2026) siang setelah kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun saat hendak menjalani pemeriksaan.

Peristiwa ini terjadi di tengah proses hukum yang sedang berjalan terhadap dirinya. Polisi menyebut, sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yai Mim masih dalam keadaan normal berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

DIBERITAKAN SEBELUMNYA!

Yai Mim Meninggal Dunia Secara Mendadak di Tahanan Polresta Malang, Polisi Tunggu Hasil Visum

Kronologi kejadian sebelum meninggal

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menjelaskan bahwa Yai Mim sempat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Sidokkes sebelum dibawa ke ruang pemeriksaan Satreskrim.

"Tadi pukul 08.59 WIB, itu telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Sidokkes Polresta Malang Kota dengan hasil kesehatan yang bersangkutan dalam kondisi baik-baik saja," kata Lukman Shobikin, ditemui pada Senin (13/4/2026) sore di Polresta Malang Kota.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui tekanan darah Yai Mim berada di angka 110/80, yang dinilai normal. Tim medis juga tidak menemukan keluhan atau gejala yang menunjukkan kondisi kesehatannya sedang bermasalah.

" Tidak ditemukan gejala lain yang menandakan kurang sehatnya kondisi yang bersangkutan," ucapnya.

Namun, situasi berubah secara tiba-tiba ketika Yai Mim dipindahkan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan. Saat berada di posisi duduk, ia mendadak lemas dan terjatuh.

"Kondisinya tadi ya sangat mengejutkan bagi kami semua karena tiba-tiba kondisinya lemas, terus duduk kondisi terjatuh dalam kondisi duduk. Kemudian tiba-tiba lemas, kemudian kita angkut pakai ambulans kita, dibawa ke Saiful Anwar," terangnya.

Petugas kemudian segera mengevakuasi Yai Mim menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

MASIH TERKAIT!

Yai Mim Meninggal Dunia, UIN Malang Sampaikan Duka Mendalam

Dinyatakan meninggal di rumah sakit

Setibanya di RSSA Malang, Yai Mim sempat menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.00 WIB.

Meski demikian, pihak kepolisian menyebut hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait penyebab pasti kematian. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Dari riwayat kesehatan yang dimiliki, Yai Mim diketahui mengidap penyakit diabetes. Hal ini menjadi salah satu informasi awal yang turut diperhatikan dalam proses pendalaman kasus kematiannya.

"Untuk penyebab kematiannya masih penyelidikan. Yang jelas yang bersangkutan sempat mendapat perawatan dan berada di kamar jenazah RSSA Malang," pungkasnya.

Latar belakang kasus yang menjerat Yai Mim

Sebelum meninggal dunia, Yai Mim tengah menjalani proses hukum sebagai tersangka dalam kasus pornografi dan dugaan pelecehan seksual. Kasus ini dilaporkan oleh Nurul Sahara bersama sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia dituding menyebarkan video asusila kepada seorang warga berinisial A, serta beberapa karyawan milik Nurul Sahara. Selain itu, Yai Mim juga diduga melakukan pelecehan secara verbal terhadap pelapor.

Kasus tersebut mencuat dari lingkungan Perumahan Kavling Depag III, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Warga setempat merasa resah atas dugaan tindakan yang dilakukan oleh Yai Mim.

Sejak Senin (19/1/2026), Yai Mim resmi ditahan di Polresta Malang Kota. Penahanan dilakukan karena pihak kepolisian menilai keberadaannya berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, baik terkait kasus yang menjeratnya maupun penyebab kematian yang terjadi secara mendadak tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |