Menaker Dorong Manfaat Jaminan Sosial Jadi Modal Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja

14 hours ago 12

Menaker mendorong manfaat jaminan sosial menjadi modal kemandirian ekonomi keluarga pekerja melalui pemberdayaan dan pengembangan usaha.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Jumat, Agustus 21, 2026

menaker yassierli saat menghadiri peluncuran program peka di bandung
Menaker Yassierli (paling tengah) menghadiri peluncuran PEKA BPJS Ketenagakerjaan di Bandung. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong agar manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti sebagai santunan ketika pekerja menghadapi risiko, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri Soft Launching National Value Beyond Protection: Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang digelar BPJS Ketenagakerjaan di Bandung, Selasa (18/8/2026).

Menurut Yassierli, manfaat yang diterima pekerja atau ahli waris perlu diikuti dengan pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, keluarga pekerja memiliki peluang untuk bangkit dan mengembangkan sumber penghasilan secara mandiri.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi bagaimana uang tersebut bermanfaat secara berkelanjutan,” ujar Yassierli.

Manfaat jaminan sosial diarahkan menjadi modal usaha

Yassierli menjelaskan bahwa ketika ahli waris menerima manfaat jaminan sosial, dana tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat.

Manfaat itu dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk memulai atau mengembangkan usaha produktif. Jika berkembang, usaha tersebut juga berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lain.

Menurut Yassierli, pendekatan pemberdayaan ekonomi tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah program yang telah dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), salah satunya Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program TKM disebut telah menjangkau ratusan ribu penerima. Untuk tahun ini, Kemnaker menargetkan bantuan permodalan diberikan kepada 10 ribu orang.

Kemnaker juga telah memiliki profil 1.000 TKM sukses yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam pengembangan program pemberdayaan ekonomi.

“Kita sudah punya, modul sudah ada, sehingga nanti teman-teman BPJS Ketenagakerjaan tinggal mengikuti tagline dari yang sudah kita tentukan, tidak perlu reinventing the wheel,” kata Yassierli.

PEKA diperkuat melalui kolaborasi

Yassierli menilai program PEKA dapat diperkuat dengan ekosistem pemberdayaan yang telah dimiliki Kemnaker. Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai program pemerintah dan pemangku kepentingan dapat saling melengkapi.

Ia menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi membutuhkan kerja bersama agar manfaat yang diterima masyarakat tidak berhenti pada satu bentuk intervensi.

“Karena jawaban setiap tantangan ketenagakerjaan adalah kolaborasi, kolaborasi, dan kolaborasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan PEKA dirancang untuk memberikan nilai lebih bagi ahli waris pekerja yang menerima manfaat jaminan sosial.

Program tersebut menghubungkan penerima manfaat dengan pelatihan serta dukungan pengembangan usaha. Tujuannya agar manfaat jaminan sosial dapat digunakan sebagai pijakan untuk bangkit dan mencapai kemandirian ekonomi.

PEKA telah menjangkau ribuan peserta

PEKA sebelumnya menjalani tahap piloting sejak awal Juli dan kini memasuki pelaksanaan secara serentak. Kegiatan tersebut digelar di 37 provinsi dan 41 titik dengan jumlah peserta lebih dari 1.400 orang.

Secara keseluruhan, sebanyak 2.736 peserta telah mengikuti pelatihan dalam program tersebut.

Pelaksanaan PEKA tidak diarahkan berhenti pada kegiatan pelatihan. Peserta juga akan mendapatkan dukungan pendanaan dan pemasaran untuk membantu pengembangan usaha secara produktif.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |