Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis, AS Pertimbangkan Lagi Operasi Kebebasan di Selat Hormuz

8 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Mei 13, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis, AS Pertimbangkan Lagi Operasi Kebebasan di Selat Hormuz
Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis, AS Pertimbangkan Lagi Operasi Kebebasan di Selat Hormuz

PEWARTA.CO.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut kondisi gencatan senjata dengan Iran saat ini berada di titik yang mengkhawatirkan. Situasi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait konflik serta program nuklir Iran.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Senin, 11 Mei 2026, ketika berbicara kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menilai kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya sudah rapuh kini semakin melemah setelah respons Iran terhadap tuntutan dari Amerika Serikat.

"Saya akan mengatakan itu adalah salah satu yang terlemah saat ini; itu dalam kondisi kritis," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilansir AFP.

AS pertimbangkan kembali pengawalan di Selat Hormuz

Dalam kesempatan terpisah saat wawancara dengan Fox News, Trump juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali pengawalan angkatan laut terhadap kapal pengangkut minyak dan perdagangan komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Langkah itu berkaitan dengan operasi militer yang sebelumnya diberi nama “Operasi Kebebasan” oleh pihak Amerika Serikat. Program tersebut pertama kali diumumkan pada 6 Mei lalu, namun dihentikan kurang dari dua hari setelah diluncurkan.

Trump mengatakan hingga kini belum ada keputusan final terkait kelanjutan operasi tersebut.

Respons Iran disebut memperburuk situasi

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menyampaikan sejumlah syarat kepada Iran guna meredakan konflik yang berkembang. Sebagian besar tuntutan itu berkaitan dengan upaya membatasi perluasan program nuklir Iran.

Namun pada akhir pekan lalu, Iran mengirimkan proposal balasan kepada Washington. Trump menilai tanggapan tersebut tidak memuaskan.

Ia bahkan menyebut usulan dari Iran sebagai "sampah".

Meski pembicaraan menemui jalan buntu, Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan mundur dari tekanannya terhadap Iran.

"Kita akan meraih kemenangan penuh," katanya. Iran berpikir, "Saya akan lelah dengan ini. Saya akan bosan, atau saya akan mendapat tekanan. Tetapi tidak ada tekanan."

Trump singgung kelompok moderat dan garis keras di Iran

Saat ditanya mengenai peluang negosiasi lanjutan dengan Iran, Trump menyebut kepemimpinan di negara itu saat ini terpecah antara kelompok moderat dan kelompok garis keras.

Menurutnya, sebagian pihak masih membuka ruang dialog, sementara kelompok lain justru ingin melanjutkan konflik hingga akhir.

"Orang-orang gila ingin bertarung sampai akhir. Anda tahu, ini akan menjadi pertarungan yang sangat cepat."

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir turut menjadi sorotan internasional, terutama karena dampaknya terhadap jalur perdagangan energi global dan kondisi ekonomi AS di dalam negeri.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |