Waspada Influenza A, Masker Medis Jangan Dipakai Berulang Meski Masih Terlihat Bersih

7 hours ago 6

Waspada Influenza A, dokter menjelaskan masker medis sebaiknya diganti setelah 4-6 jam dan tidak digunakan kembali keesokan harinya.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Sabtu, September 19, 2026

ilustrasi penggunaan masker medis untuk mencegah penularan influenza a
Ilustrasi penggunaan masker medis sebagai salah satu perlindungan untuk membantu mencegah penularan Influenza A. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Penggunaan masker kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Influenza A. Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), mengingatkan masker medis memiliki batas pemakaian dan tidak dianjurkan digunakan kembali setelah dipakai seharian.

Menurut dr. Yogi, efektivitas masker berkaitan dengan kemampuannya melakukan filtrasi. Ketika masker sudah basah atau lembap, fungsi tersebut dapat menurun sehingga masker sebaiknya diganti.

Penjelasan itu disampaikan dr. Yogi dalam acara Morning Zone di YouTube Okezone. Ia juga menjelaskan jenis masker yang cukup digunakan untuk membantu perlindungan terhadap influenza serta batas usia penggunaannya.

Masker bekerja dengan fungsi filtrasi

Masker medis dapat digunakan sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap penularan influenza. Namun, penggunaannya perlu memperhatikan kondisi masker dan lama pemakaian.

dr. Yogi menjelaskan bahwa fungsi utama masker adalah melakukan filtrasi sehingga kondisi fisik masker menjadi hal yang penting. Masker yang telah basah atau lembap dinilai tidak lagi memiliki kemampuan filtrasi yang efektif.

“Sering kali panic buying ya, padahal mungkin peruntukannya akan berbeda antara yang buat abu vulkanik sama masker yang untuk influenza. Untuk influenza, salah satu yang kita rekomendasikan masker medis cukup, ya,” ujar dr. Yogi.

Artinya, masyarakat tidak perlu menyamakan kebutuhan masker untuk perlindungan dari influenza dengan kebutuhan untuk menghadapi paparan abu vulkanik atau partikulat lainnya. Jenis perlindungan perlu disesuaikan dengan peruntukannya.

Masker medis disarankan diganti 4-6 jam

Soal durasi pemakaian, dr. Yogi menyebut terdapat anjuran agar masker medis tidak digunakan terlalu lama. Beberapa rekomendasi yang ia sampaikan menyarankan penggantian masker setelah sekitar empat hingga enam jam.

“Kalau untuk berapa lamanya? Nah, masker itu kan sebenarnya fungsinya untuk memfilter. Pada saat dia sudah basah, lembab, maka fungsi filtrasinya itu sudah tidak efektif lagI sehingga ada beberapa yang disuruh menyarankan setelah 4 jam, 6 jam, itu masker medis itu sebaiknya diganti,” ucap dr. Yogi.

Kondisi masker menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan waktu penggantian. Semakin lembap masker, fungsi penyaringannya dapat menjadi tidak efektif sehingga pengguna sebaiknya menggantinya dengan masker yang baru.

Masker bekas tidak dianjurkan dipakai lagi

Kebiasaan menyimpan masker medis yang sudah dipakai untuk digunakan kembali pada hari berikutnya tidak dianjurkan. Masker yang telah digunakan seharian tidak cukup hanya diangin-anginkan sebelum kembali dipakai.

Risikonya semakin perlu diperhatikan ketika masker digunakan oleh orang yang sedang batuk. Dalam kondisi tersebut, droplet dapat menempel pada bagian masker dan membuat penggunaannya kembali menjadi tidak ideal.

“Jadi enggak bisa masker medis itu kita gunakan seharian, habis itu nanti diangin-angin, besok dipakai lagi, itu tidak bisa. Apalagi kalau pada saat kita pakai, kemudian kita batuk, ya, ada dropletnya di situ, gitu. Yang ada malah setelah itu tumbuh kuman, kita bisa kena infeksi sekunder juga, gitu,” jelas dr. Yogi.

Karena itu, penggunaan kembali masker medis bekas bukan langkah yang disarankan meskipun masker tersebut masih tampak secara fisik dalam kondisi baik.

Masker medis cukup untuk influenza

Dalam penjelasannya, dr. Yogi juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dalam memilih masker untuk menghadapi influenza. Masker medis dinilai sudah cukup untuk kebutuhan tersebut.

“Dan di bawah 2 tahun kita tidak merekomendasikan, jadi di atas 2 tahun sampai orang dewasa, itu kita rekomendasikan menggunakan masker,” lanjutnya.

Dengan demikian, rekomendasi penggunaan masker yang disampaikan dr. Yogi ditujukan bagi masyarakat berusia di atas dua tahun hingga orang dewasa. Sementara penggunaan masker pada anak di bawah usia dua tahun tidak direkomendasikan.

Selain memperhatikan usia, masyarakat juga perlu memahami fungsi dan peruntukan masker. Masker untuk influenza memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda dengan masker yang digunakan untuk menghadapi abu vulkanik atau paparan partikulat lainnya.

Di tengah kewaspadaan terhadap Influenza A, penggunaan masker secara tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Mengganti masker medis sesuai kondisi dan durasi pemakaian menjadi bagian penting agar fungsi filtrasi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |