Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Januari 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| 1,2 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Indonesia, WN Malaysia Jadi yang Terbanyak |
PEWARTA.CO.ID — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025 tercatat menembus angka 1,2 juta kunjungan.
Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat adanya dinamika penurunan secara bulanan, namun tetap menunjukkan tren positif secara tahunan.
Berdasarkan laporan BPS, wisman yang masuk melalui pintu masuk utama pada November 2025 mencapai 1.017.300 kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisman yang masuk melalui pintu perbatasan tercatat sebanyak 181.666 kunjungan.
Jika digabungkan, total kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang November 2025 mencapai sekitar 1,20 juta kunjungan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 11,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun demikian, secara tahunan, jumlah tersebut justru mengalami kenaikan signifikan sebesar 9,79 persen dibandingkan November 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa tren positif terlihat jelas dari akumulasi kunjungan wisman sepanjang tahun berjalan.
“Secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025, total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta kunjungan atau meningkat 10,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurut Pudji, capaian tersebut menjadi catatan penting bagi sektor pariwisata nasional. Ia menegaskan bahwa jumlah kunjungan wisman hingga November 2025 merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, menandakan pemulihan pariwisata yang semakin solid pascapandemi.
Dari sisi kebangsaan, wisatawan dengan status Warga Negara (WN) Malaysia masih menduduki posisi teratas sebagai penyumbang kunjungan wisman terbanyak pada November 2025. Pangsa kunjungan dari Malaysia tercatat mencapai 17,3 persen dari total wisman.
Posisi berikutnya ditempati oleh wisatawan asal Australia dengan kontribusi sebesar 11,3 persen, disusul Singapura yang menyumbang sekitar 10,5 persen. Ketiga negara tersebut masih menjadi pasar utama pariwisata Indonesia.
BPS mencatat, jika dibandingkan dengan Oktober 2025, kunjungan wisman dari Malaysia dan Australia mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah wisatawan asal Singapura justru menunjukkan peningkatan pada November 2025.
Meski demikian, secara tahunan, kunjungan wisman dari Malaysia, Australia, maupun Singapura mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada November 2024. Hal ini menunjukkan minat kunjungan dari negara-negara utama tersebut masih cukup kuat.
Sementara itu, jika ditinjau berdasarkan pintu masuk, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali masih menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan mancanegara. Wisman yang masuk melalui bandara ini didominasi oleh wisatawan berkebangsaan Australia.
Namun, BPS juga mencatat adanya penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai secara bulanan. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya kedatangan wisatawan dari beberapa negara utama.
"Terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai secara bulanan yang disebabkan oleh penurunan wisman yang berasal dari Australia, India, dan Tiongkok," ungkap Pudji.



















































