Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Februari 27, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Safari Diplomasi ke AS, Yordania, dan UEA |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air setelah merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan ke tiga negara, yakni Amerika Serikat, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Pesawat kepresidenan yang membawanya mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Jumat (27/2/2026) pagi.
Berdasarkan tayangan resmi di kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Presiden dan rombongan tiba sekitar pukul 08.40 WIB di tengah guyuran hujan. Setibanya di landasan, Prabowo yang mengenakan peci hitam dan setelan safari cokelat tampak turun dari pesawat dengan tenang.
Kepulangan kepala negara disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Bertemu Donald Trump dan bahas kerja sama strategis
Amerika Serikat menjadi destinasi pertama dalam lawatan luar negeri tersebut. Di Negeri Paman Sam, Prabowo menggelar pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas dan menandatangani perjanjian dagang bilateral.
Selain agenda bilateral, Presiden Prabowo juga menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP). Kehadirannya dinilai menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam mendorong pembentukan dan penguatan kerangka kerja BoP, sebuah mekanisme internasional transisional yang mengacu pada mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).
Indonesia menyatakan kesiapan prinsip untuk berpartisipasi dalam International Stabilization Force (ISF), dengan syarat adanya mandat yang jelas, parameter operasional yang disepakati bersama, serta tetap sejalan dengan hukum internasional dan kebijakan nasional Indonesia.
Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungan terhadap upaya rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza, sembari tetap menghormati hak-hak rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya Solusi Dua Negara.
Dorong koordinasi perdamaian Palestina di Yordania
Setelah dari Washington, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Amman, Yordania. Di sana, ia melakukan pertemuan resmi dengan Raja Abdullah II di Istana Basman pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar Indonesia dan Yordania dapat memperkuat koordinasi demi mendorong perdamaian Palestina. Kedua negara dipandang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari konsistensi diplomasi Indonesia yang selama ini aktif menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.
Disambut tujuh Emir di Abu Dhabi
Agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan kenegaraan adalah Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pada Kamis (26/2/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden MBZ menerima Prabowo di Istana Qasr Al Bahr. Bahkan, MBZ turut mengundang para pemimpin tujuh Emirat untuk menyambut Presiden RI.
“Presiden Prabowo mendapat sambutan kehormatan duduk bersama 7 pimpinan Emirat. Seyogianya pertemuan 7 pemimpin Emirat ini dilaksanakan 1 tahun sekali. Ketujuh pimpinan tersebut adalah Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden PEA, Emir Dubai sekaligus Perdana Menteri PEA, serta Emir Sharjah, Emir Ajman, Emir Umm Al Quwain, Emir Ras Al Khaimah, dan Emir Fujairah,” tulis Teddy di dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat.
Teddy menjelaskan, agenda kemudian dilanjutkan dengan iftar atau buka puasa bersama, disusul salat Magrib berjamaah bersama rombongan kedua negara.
Selain pertemuan pleno, Prabowo dan MBZ juga menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) yang berlangsung lebih dari satu jam. Dalam kesempatan itu, sejumlah isu strategis dibahas secara mendalam.
“Satu, penguatan kerja sama energi hingga kemitraan ekonomi masa depan. Dua, PEA menginginkan peningkatan investasi di Indonesia," ujar dia.
Menurut Teddy, rangkaian pertemuan tersebut mempertegas komitmen Indonesia dan Uni Emirat Arab untuk memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan serta berorientasi jangka panjang.
Diplomasi intensif perkuat posisi Indonesia
Kunjungan ke tiga negara dalam waktu berdekatan menunjukkan intensitas diplomasi pemerintahan Prabowo dalam mengamankan kepentingan nasional, baik di bidang ekonomi, pertahanan, maupun isu kemanusiaan global.
Dari penandatanganan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat, penguatan koordinasi perdamaian Palestina bersama Yordania, hingga penjajakan investasi strategis dengan Uni Emirat Arab, seluruh agenda tersebut menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif dan adaptif terhadap dinamika global.
Kepulangan Prabowo ke Tanah Air menandai berakhirnya rangkaian lawatan luar negeri yang sarat agenda strategis dan diplomasi tingkat tinggi, sekaligus membuka babak baru tindak lanjut kerja sama internasional yang telah dibangun selama kunjungan tersebut.



















































