Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Februari 27, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Carrick Dinilai Sukses Bangkitkan MU, Bruno Fernandes Isyaratkan Bertahan di Old Trafford |
PEWARTA.CO.ID — Masa depan Bruno Fernandes di Manchester United sempat berada di persimpangan jalan. Sang kapten tidak menampik adanya pendekatan serius dari klub-klub Arab Saudi yang siap menggelontorkan tawaran besar.
Bahkan, gelandang berusia 31 tahun itu pernah mengakui bahwa manajemen klub memberi sinyal terbuka jika dirinya ingin mencari tantangan baru pada bursa transfer musim panas lalu.
Situasi tersebut membuat spekulasi kian menguat. Banyak pihak menilai era Bruno Fernandes di Old Trafford bisa saja segera berakhir, apalagi performa Manchester United sempat inkonsisten di bawah kepelatihan sebelumnya. Namun, dinamika berubah drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Perubahan arah permainan dan atmosfer tim disebut menjadi alasan utama mengapa Fernandes kini berpikir ulang soal masa depannya. Kebangkitan performa tim di bawah arahan caretaker, Michael Carrick, memberi harapan baru bagi gelandang asal Portugal tersebut untuk kembali percaya pada proyek jangka panjang klub.
Carrick bangun chemistry, Fernandes kembali bersemangat
Menurut laporan dari internal Give Me Sport, hubungan antara Fernandes dan Carrick bukan sekadar relasi profesional biasa. Keduanya disebut memiliki kedekatan emosional yang terbangun dari visi permainan yang sejalan dan komunikasi yang intens.
Di bawah kendali Carrick, Manchester United menunjukkan tren positif. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton menjadi momentum penting yang mendongkrak posisi Setan Merah ke peringkat kelima klasemen Liga Inggris musim 2025-2026, unggul tiga poin atas Chelsea. Hasil tersebut tidak hanya memperbaiki posisi di tabel, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri skuad.
Secara pribadi, Fernandes dikabarkan merasakan energi baru di ruang ganti. Setelah sebelumnya sempat frustrasi dengan inkonsistensi tim, ia kini melihat arah yang lebih jelas dalam permainan Manchester United. Filosofi Carrick yang menekankan keseimbangan lini tengah dan kreativitas menjadi ruang ideal bagi Fernandes untuk kembali tampil maksimal.
Jika Manchester United sukses mengamankan tiket Liga Champions pada akhir musim, peluang Fernandes untuk tetap bertahan semakin terbuka lebar. Kompetisi elite Eropa itu diyakini menjadi salah satu faktor krusial dalam pertimbangannya.
Man United sulit lepas sang kapten
Dari sisi manajemen, melepas Fernandes pada musim panas mendatang bukan opsi yang mudah. Kehilangan figur sentral di lini tengah berisiko mengganggu stabilitas tim, terlebih klub tengah menjalani fase transisi.
Kontrak Casemiro yang mendekati akhir masa bakti membuat pengalaman di sektor tengah berpotensi berkurang signifikan. Sementara itu, performa Manuel Ugarte yang direkrut dari Paris Saint-Germain belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim.
Opsi di posisi gelandang serang juga terbatas. Mason Mount yang diproyeksikan menjadi pesaing utama Fernandes masih berkutat dengan cedera berulang.
Di sisi lain, talenta muda Kobbie Mainoo memang menunjukkan perkembangan pesat, tetapi tetap membutuhkan figur senior sebagai mentor sekaligus pemimpin teknis.
Ketergantungan terhadap Fernandes pun tak terelakkan. Ia bukan hanya pencetak gol dan kreator peluang, tetapi juga motor emosi tim di momen-momen krusial. Dalam situasi seperti ini, mempertahankan sang kapten dinilai sebagai langkah strategis demi menjaga konsistensi performa.
Faktor Liga Champions jadi penentu
Satu variabel besar yang akan menentukan keputusan akhir Fernandes adalah keberhasilan Manchester United finis di zona Liga Champions. Partisipasi di kompetisi tersebut bukan sekadar prestise, tetapi juga simbol daya saing klub di level tertinggi Eropa.
Dengan momentum positif yang sedang dibangun Carrick, peluang itu masih terbuka. Jika target tersebut tercapai, maka peluang Fernandes bertahan di Old Trafford untuk musim 2026-2027 kian menguat.
Kini, alih-alih bersiap mengepak koper, Bruno Fernandes justru melihat kemungkinan lain: melanjutkan kepemimpinannya di Manchester United dalam era baru yang lebih menjanjikan. Kebangkitan Setan Merah bersama Carrick tampaknya menjadi katalis yang mengubah arah cerita sang kapten.



















































