10 saham paling rugi sepekan 18-21 Agustus 2026 dipimpin TCPI yang anjlok 35,56 persen, saat IHSG justru menguat 1,93 persen.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Sabtu, Agustus 22, 2026
![]() |
| Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan pergerakan selama sepekan bagi 10 saham yang mengalami kerugian. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pergerakan pasar saham pada perdagangan 18-21 Agustus 2026 tidak sepenuhnya mengikuti penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), karena sejumlah emiten justru mengalami tekanan cukup dalam.
Berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (22/8/2026), terdapat 10 saham yang mencatat penurunan terbesar sepanjang perdagangan pekan pendek tersebut.
IHSG sendiri menguat 1,93 persen selama sepekan hingga mencapai level 6.525. Namun, sejumlah saham individual bergerak berlawanan dengan indeks dan mengalami koreksi hingga puluhan persen.
TCPI menjadi saham dengan penurunan terbesar
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menempati posisi teratas dalam daftar saham yang paling rugi sepekan.
Harga saham TCPI turun 35,56 persen, dari Rp3.600 pada pekan sebelumnya menjadi Rp2.320 per saham.
Penurunan tersebut menjadi yang paling besar dibandingkan sembilan saham lain yang masuk daftar top losers BEI periode 18-21 Agustus 2026.
Di posisi berikutnya terdapat PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang melemah 23,08 persen hingga berada di level Rp300 per saham.
Sementara itu, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mengalami koreksi 18,29 persen menjadi Rp286 per saham.
Daftar 10 saham paling rugi sepekan
Tekanan jual juga terjadi pada PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO). Saham emiten tersebut turun 15,38 persen menjadi Rp165 per saham.
Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar pada perdagangan 18-21 Agustus 2026 berdasarkan statistik BEI:
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 35,56 persen menjadi Rp2.320.
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) turun 23,08 persen menjadi Rp300.
- PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) turun 18,29 persen menjadi Rp286.
- PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 15,38 persen menjadi Rp165.
- PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) turun 13,25 persen menjadi Rp3.470.
- PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 10,55 persen menjadi Rp1.060.
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) turun 10,34 persen menjadi Rp520.
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 10 persen menjadi Rp810.
- PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) turun 9,91 persen menjadi Rp418.
- PT LinkNet Tbk (LINK) turun 9,37 persen menjadi Rp1.500.
LINK menjadi yang paling kecil koreksinya
Dari 10 saham tersebut, PT LinkNet Tbk (LINK) mencatat pelemahan paling terbatas.
Saham LINK turun 9,37 persen dari Rp1.655 pada pekan sebelumnya menjadi Rp1.500 per saham.
Meski demikian, koreksi saham-saham tersebut berlangsung ketika IHSG justru mencatat kinerja positif sepanjang perdagangan pekan pendek 18-21 Agustus 2026.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak serta-merta membuat seluruh saham di pasar bergerak naik. Dalam periode yang sama, sejumlah emiten tetap menghadapi tekanan yang tercermin dari penurunan harga saham masing-masing.



















































