Prabowo pimpin ratas karhutla di Kalbar dan menerima laporan 198 hotspot serta prakiraan hujan pada 21-27 Agustus 2026.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Sabtu, Agustus 22, 2026
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026), setelah datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah menerima laporan mengenai 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi melalui pemantauan satelit selama 24 jam terakhir.
Prabowo ingin melihat kondisi nyata
Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebelum memimpin rapat terkait penanganan karhutla.
Dalam pengantar rapat, Presiden menegaskan bahwa kunjungannya dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di wilayah terdampak.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo.
Permintaan tersebut kemudian dijawab Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo yang memaparkan hasil pemantauan titik panas berdasarkan data satelit.
Ribuan hotspot terpantau di Kalbar
Dari pemantauan selama 24 jam, tercatat 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat.
Selain itu, terdapat 3.100 hotspot yang masuk kategori tingkat kepercayaan menengah dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Menurut Asrianus, titik panas tersebut terutama terdeteksi di sejumlah wilayah bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.
“Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas,” jelasnya.
Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rapat yang dipimpin langsung Prabowo untuk melihat perkembangan karhutla di Kalimantan Barat.
Potensi hujan dipantau hingga akhir Agustus
Selain kondisi hotspot, rapat juga membahas prakiraan cuaca di Kalimantan Barat sebagai bagian dari penanganan karhutla.
Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada periode 21-27 Agustus 2026.
Pemerintah sebelumnya telah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11-18 Agustus 2026. Namun, operasi tersebut sempat dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.
Asrianus menyampaikan pemerintah kembali menyiapkan OMC setelah adanya prakiraan potensi awan pada periode berikutnya.
“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tutur Bulo.
Penanganan karhutla diperkuat
Kunjungan Prabowo ke Kalimantan Barat menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi.
Rapat yang mempertemukan jajaran pemerintah dalam satu posko tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang terdampak.



















































