Singapura mulai terdampak kabut asap karhutla Indonesia saat cuaca panas, MUIS sementara mempersingkat khutbah Jumat.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Sabtu, Agustus 22, 2026
![]() |
| Kondisi cuaca panas dan kabut asap membuat MUIS menyesuaikan durasi khutbah Jumat di Singapura. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Cuaca panas yang disertai mulai munculnya kabut asap membuat Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) mengambil langkah sementara dalam pelaksanaan salat Jumat. Otoritas Islam Singapura tersebut mempersingkat durasi khutbah untuk membantu jamaah tetap nyaman di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Kebijakan itu mulai diberlakukan pada pekan ini dan akan berlangsung hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Penyesuaian dilakukan ketika Singapura menghadapi perkiraan suhu tinggi sekaligus potensi kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Alasan MUIS mempersingkat khutbah Jumat
MUIS menjelaskan perubahan tersebut melalui unggahan di Instagram. "Seiring dengan cuaca yang semakin panas dan beberapa wilayah di Singapura mulai mengalami kabut asap, kami melakukan penyesuaian kecil namun perlu terhadap khutbah Jumat kami," ujar MUIS.
Materi khutbah pertama yang biasanya memiliki panjang sekitar enam hingga tujuh halaman kini dipangkas menjadi kurang dari empat halaman. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih nyaman ketika berkumpul dan menjalankan ibadah dalam kondisi cuaca yang panas.
Kebijakan tersebut bersifat sementara. Durasi khutbah akan kembali disesuaikan ketika kondisi cuaca dinilai memungkinkan untuk menerapkan pelaksanaan seperti biasanya.
Suhu Singapura diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius
Meteorological Service Singapore sebelumnya memperkirakan curah hujan pada paruh kedua Agustus berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah Singapura. Suhu maksimum harian diperkirakan berada di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius dan berpotensi mencapai 35 derajat Celsius pada beberapa hari.
Kondisi panas tersebut berlangsung bersamaan dengan potensi munculnya kabut asap apabila kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan semakin intensif. Asap dari kebakaran di Indonesia dapat terbawa angin dari arah tenggara atau barat daya menuju Singapura.
Dengan kondisi tersebut, kualitas udara menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan otoritas setempat.
PSI Singapura masih berada pada kategori sedang
Pada Jumat, 21 Agustus, indeks kualitas udara atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam berada pada kisaran 60 hingga 74. Angka tersebut masih termasuk kategori sedang.
Kualitas udara masuk kategori tidak sehat ketika nilai PSI melewati 100. Karena itu, kondisi pada 21 Agustus belum berada pada tingkat tersebut, meski potensi kabut asap tetap menjadi perhatian di tengah perkembangan karhutla.
Penyesuaian khutbah oleh MUIS menjadi salah satu respons terhadap situasi cuaca yang sedang berlangsung. Kebijakan itu memungkinkan ibadah tetap berjalan dengan perubahan durasi yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lingkungan.
Potensi kabut asap di Singapura juga berkaitan dengan perkembangan kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. Apabila aktivitas kebakaran meningkat dan arah angin mendukung, asap dapat terbawa menuju wilayah Singapura.
Untuk saat ini, MUIS menyatakan penyesuaian durasi khutbah berlaku sementara sampai terdapat pemberitahuan berikutnya.



















































