Imbas Keributan Final Piala Dunia 2026, Argentina Didenda Rp5,67 Miliar dan 3 Pemain Dihukum

11 hours ago 10

Argentina didenda Rp5,67 miliar usai keributan final Piala Dunia 2026, sementara sejumlah pemain dan staf mendapat larangan bermain.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Sabtu, Agustus 22, 2026

keributan pemain Argentina dan Spanyol usai final Piala Dunia 2026
Pemain Argentina dan Spanyol terlibat keributan setelah final Piala Dunia 2026. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — FIFA menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Timnas Argentina, sejumlah pemain, staf kepelatihan, dan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) setelah rangkaian insiden yang terjadi dalam dan setelah Piala Dunia 2026.

Sanksi tersebut mencakup larangan bermain, denda uang, larangan mendampingi tim, hingga pembatasan kapasitas penonton pada laga kandang Argentina.

Hukuman paling berat diberikan kepada Leandro Paredes yang dilarang memperkuat Timnas Argentina dalam 10 pertandingan. Ia juga dikenai denda USD90 ribu atau sekitar Rp1,6 miliar.

Keributan pecah setelah final

Insiden yang menjadi sorotan terjadi setelah final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Keributan disebut bermula ketika Leandro Paredes memukul Pablo Gavi setelah pertandingan berakhir.

Nahuel Molina juga terseret dalam insiden tersebut setelah diduga memukul gelandang Spanyol, Rodri. Kejadian itu berlangsung ketika Gavi disebut hendak merayakan kemenangan Spanyol yang mengakhiri pertandingan dengan skor 1-0.

FIFA kemudian menjatuhkan hukuman kepada pemain dari kedua tim berdasarkan insiden yang terjadi seusai laga.

Paredes dan Molina mendapat hukuman berat

Paredes menjadi pemain yang menerima sanksi paling panjang dalam kasus tersebut.

Menurut laporan BBC Sports pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Paredes dilarang tampil dalam 10 pertandingan bersama Timnas Argentina dan diwajibkan membayar denda USD90 ribu.

Nahuel Molina juga mendapat larangan bermain dalam tujuh pertandingan bersama Argentina. Denda yang dikenakan kepadanya sama dengan Paredes, yakni USD90 ribu.

Sementara itu, Pablo Gavi yang merupakan pemain Timnas Spanyol juga mendapat sanksi. Gelandang Barcelona tersebut dilarang tampil dalam satu pertandingan bersama tim nasional dan dikenai denda USD30 ribu atau sekitar Rp530 juta.

Hukuman serupa diterima pemain Argentina lainnya, Thiago Almada, dengan larangan bermain satu pertandingan serta denda USD30 ribu.

Staf Argentina ikut terkena sanksi

Sanksi FIFA tidak hanya menyasar pemain yang terlibat dalam keributan.

Staf kepelatihan Argentina, Roberto Ayala, dilarang mendampingi tim dalam tiga pertandingan setelah dinilai menyerang Dani Olmo.

Ayala juga diwajibkan membayar denda sebesar USD30 ribu.

Dengan demikian, rangkaian hukuman tersebut mencakup pemain Argentina dan Spanyol serta staf kepelatihan Argentina.

AFA didenda Rp5,67 miliar

Federasi Sepakbola Argentina juga mendapat sanksi terpisah dari FIFA.

AFA dijatuhi denda USD321 ribu atau sekitar Rp5,67 miliar terkait bendera dan nyanyian mengenai Kepulauan Malvinas yang muncul setelah pertandingan Argentina melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.

Dari total denda tersebut, USD100 ribu atau sekitar Rp1,76 miliar diwajibkan digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan upaya melawan diskriminasi dalam sepakbola Argentina.

Sementara USD100 ribu lainnya berstatus ditangguhkan.

Sanksi tersebut membuat persoalan disiplin Argentina tidak berhenti pada insiden keributan setelah final, tetapi juga mencakup perilaku yang terjadi setelah laga semifinal melawan Inggris.

Kapasitas stadion Argentina juga dibatasi

Selain denda kepada AFA, FIFA menjatuhkan hukuman terhadap kapasitas penonton dalam pertandingan kandang Timnas Argentina.

Argentina harus mengurangi kapasitas laga kandangnya sebesar 50 persen untuk dua pertandingan berikutnya.

Namun, salah satu dari dua pertandingan tersebut berstatus ditangguhkan karena Argentina masih berada dalam masa percobaan.

Rangkaian keputusan FIFA tersebut menunjukkan bahwa konsekuensi atas pelanggaran disiplin dapat menyasar berbagai pihak, mulai dari pemain, staf kepelatihan hingga federasi nasional.

Bagi Argentina, dampaknya bukan hanya berupa kewajiban membayar denda, tetapi juga berkurangnya opsi pemain untuk pertandingan tim nasional dan pembatasan jumlah penonton pada laga kandang berikutnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |