Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Januari 08, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| 25 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Akibat Banjir dan Longsor |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa total 25 desa di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan hilang setelah diterjang bencana banjir dan tanah longsor.
Dari jumlah tersebut, delapan desa berada di wilayah Sumut, sementara sisanya tersebar di Aceh.
Pernyataan itu disampaikan Tito saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan kembali diverifikasi bersama pihak terkait.
“Di Sumut masih tetap sama, 8. Jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini. Tapi kita akan cross-check lagi nantinya,” ujar Tito.
Koreksi data desa yang hilang
Tito juga meluruskan informasi sebelumnya yang menyebutkan jumlah desa hilang hanya 22 lokasi. Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbaru bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta para kepala daerah, angka tersebut bertambah menjadi 25 desa.
Ia menekankan bahwa proses validasi data masih terus dilakukan untuk memastikan status desa-desa terdampak, apakah benar-benar hilang atau hanya terisolasi akibat akses terputus.
Sumatera Barat dipastikan aman
Dalam rapat yang sama, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah memastikan bahwa tidak ada desa di wilayahnya yang dinyatakan hilang. Meski demikian, ia mengakui sempat ada satu daerah yang terisolasi akibat jalur darat tertutup longsor.
“Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI yang membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka,” ucap dia.
Jumlah desa yang hilang di Aceh bertambah
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Aceh melaporkan adanya penambahan jumlah desa yang terdampak. Jika sebelumnya tercatat 13 desa hilang, kini jumlahnya meningkat menjadi 17 desa.
“Aceh menyampaikan juga ada gampong lain yang hilang. Tadinya 13 menjadi 17. Ini akan kita cross-check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya,” pungkas Tito.
Pemerintah pusat bersama BNPB dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya serta mempercepat langkah tanggap darurat bagi wilayah terdampak bencana.


















































