Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, April 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Airlangga Sebut 60 Persen Investasi di Indonesia Menguntungkan, Selalu Hasilkan Laba |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa mayoritas investasi yang masuk ke Indonesia memberikan keuntungan.
Ia menyebut sekitar 60 persen investasi di Tanah Air mampu menghasilkan laba, sehingga menjadi daya tarik kuat bagi investor global.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Kamis (23/4/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu faktor pembeda Indonesia dibandingkan negara lain, khususnya di kawasan ASEAN.
"Apa yang membedakan Indonesia dengan negara lain, adalah kontribusi terhadap keuntungan. Sekitar 60 persen investasi di Indonesia itu menghasilkan laba," ujarnya.
Stabilitas ekonomi jadi kunci daya tarik investasi
Selain tingkat keuntungan yang cukup tinggi, Airlangga menilai stabilitas ekonomi nasional turut berperan besar dalam menarik minat investor. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif terjaga di kisaran 5 persen secara rata-rata.
Kondisi ini dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tekanan global. Bahkan, Indonesia tetap mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi yang terjadi belakangan ini.
"Indonesia resilience terhadap berbagai gejolak termasuk gejolak yang terakhir," ucap Airlangga.
Kekuatan pasar domestik jadi penopang
Airlangga juga menyoroti besarnya jumlah penduduk Indonesia sebagai salah satu keunggulan utama. Populasi yang besar menciptakan pasar domestik yang luas, sehingga menjadi daya tarik tambahan bagi para investor.
Ia menegaskan bahwa konsumsi dalam negeri saat ini masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, Indonesia memiliki bantalan ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis.
"Indonesia juga punya domestic market yang kuat. Sehingga dengan demikian ini menjadi buffer terhadap berbagai gejolak ataupun krisis," jelasnya.
Pemerintah dorong iklim investasi melalui kebijakan strategis
Untuk memperkuat daya saing investasi, pemerintah terus mengupayakan berbagai kebijakan strategis. Salah satunya melalui pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dirancang untuk menarik lebih banyak investor masuk ke Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong realisasi investasi yang ditargetkan mencapai lebih dari Rp2.000 triliun pada tahun 2026. Airlangga optimistis target tersebut dapat terealisasi seiring dengan peningkatan daya tarik investasi nasional.
"Indonesia mendorong pengembangan Special Economic Zone, Kawasan Ekonomi Khusus maupun kawasan industri," pungkasnya.



















































