Biksu senior Thailand ditangkap atas dugaan penggelapan dana kuil Rp53 miliar dan skandal seks dengan asisten perempuannya.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Selasa, September 15, 2026
![]() |
| Polisi Thailand menangkap biksu senior Phra Vajirayan dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil dan pelanggaran aturan kebhiksuan. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Polisi Thailand menangkap biksu senior Phra Vajirayan dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil senilai sekitar 100 juta baht atau Rp53 miliar. Penangkapan tersebut kemudian berkembang menjadi penyelidikan kasus lain setelah polisi menemukan rekaman yang diduga memperlihatkan hubungan seksual biksu tersebut dengan asisten perempuannya.
Phra Vajirayan yang berusia 66 tahun ditangkap di sebuah kuil di Kota Ayutthaya pada Kamis (10/9/2026) pagi. Polisi bergerak setelah menerima laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana kuil.
Polisi Letnan Jenderal Natthasak mengatakan penyelidikan dilakukan secara tertutup sebelum petugas menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada dugaan penggelapan. Uang tersebut diduga diberikan kepada seorang perempuan untuk disamarkan atas nama orang lain.
Dana kuil diduga diselewengkan selama lebih dari dua tahun
Menurut penyelidikan polisi, Phra Vajirayan diduga mengeluarkan lebih dari 20 tanda terima sumbangan menggunakan nama kuil tanpa izin selama lebih dari dua tahun. Tindakan tersebut disebut menimbulkan kerugian sekitar 100 juta baht.
Polisi juga menduga hasil penjualan jimat Buddha dan berbagai benda keagamaan disetorkan ke rekening pribadi, bukan rekening kuil. Phra Vajirayan diketahui menjabat sebagai kepala kuil sejak 2022 dan dikenal sebagai pembuat jimat, termasuk koin "Nuea Duang" yang banyak dicari umat.
Dalam penggeledahan, polisi menyita 35 jimat emas, emas batangan, dan perhiasan dengan berat keseluruhan 1,36 kilogram. Nilai barang-barang tersebut ditaksir mencapai 6,04 juta baht atau sekitar Rp3 miliar.
BANYAK DICARI!Rekaman Asli Biksu Thailand Tersebar di Medsos, Cuplikan CCTV Jadi Bukti Skandal
Rekaman CCTV membuka dugaan skandal seksual
Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah polisi memeriksa rekaman CCTV dari kediaman Phra Vajirayan. Rekaman itu diduga memperlihatkan aktivitas seksual antara sang biksu dan asisten perempuannya.
Hubungan seksual dilarang bagi biksu karena mereka terikat aturan hidup selibat. Polisi menyebut aktivitas tersebut berlangsung di atas meja di dalam kamar Phra Vajirayan, yang juga digunakan sebagai meja makan.
Perempuan yang terlibat dalam rekaman tersebut adalah Punyavee Rungrueang, 47 tahun. Ia juga diduga membantu mengelola uang hasil penggelapan dan ikut ditangkap dengan tuduhan membantu pejabat negara melakukan kegiatan ilegal.
Polisi menemukan puluhan juta baht disebut telah mengalir melalui rekening bank Punyavee setiap tahun.
HEBOH BANGET!Link Asli Biksu Thailand dan Miss Ae, Skandal di Meja Merah Goyahkan Iman Phra Wachirayan Wi
Biksu dicopot dari jabatannya
Setelah ditangkap, Phra Vajirayan dibawa ke aula penahbisan kuil untuk dicopot dari posisinya. Biksu yang memiliki nama asli Atichote Thammavaro itu kemudian ditahan sebelum dibawa ke Biro Investigasi Pusat untuk menjalani pemeriksaan.
Di Thailand, biksu termasuk pihak yang menerima tunjangan bulanan dari pemerintah berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam perkara ini, polisi masih mendalami dugaan penyalahgunaan dana serta aliran uang yang terkait.
Selain aset emas, polisi menyita uang tunai sebesar 3,6 juta baht dan tiga telepon seluler. Petugas juga mengamankan sebuah iPad, 10 set dokumen tanah dan perbankan, dua sertifikat kepemilikan tanah, serta tujuh buku tabungan.
Barang bukti lain yang disita meliputi satu kontrak jual beli tanah, 18 dokumen investasi, satu polis asuransi kesehatan, enam sertifikat asuransi emas, tujuh kuitansi jual beli emas, dan empat sertifikat lotere Bank Tabungan Pemerintah.
Penyelidikan terhadap Phra Vajirayan dan Punyavee masih berlanjut untuk mengungkap keseluruhan aliran dana serta dugaan pelanggaran lain yang terkait dengan perkara tersebut.



















































