Rekaman Asli Biksu Thailand Tersebar di Medsos, Cuplikan CCTV Jadi Bukti Skandal

2 hours ago 5

Rekaman CCTV biksu Thailand Phra Vajirayan tersebar di medsos dan menjadi bagian penyelidikan dugaan skandal serta aliran dana kuil.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Selasa, September 15, 2026

rekaman cctv phra vajirayan biksu thailand tersebar di medsos
Rekaman CCTV dari kediaman biksu Thailand Phra Vajirayan menjadi salah satu bukti yang diperiksa dalam penyelidikan di Wat Phutthaisawan. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Rekaman CCTV yang memperlihatkan biksu senior Thailand Phra Vajirayan bersama seorang perempuan disebut telah beredar luas di media sosial setelah kasus di Wat Phutthaisawan, Ayutthaya, mencuat pada September 2026.

Cuplikan tersebut menjadi perhatian karena polisi menyebut rekaman itu memperlihatkan perilaku yang dinilai tidak pantas bagi seorang biksu. Video tersebut juga menjadi salah satu bahan yang diperiksa dalam penyelidikan terhadap Phra Vajirayan alias Luang Por Chot.

Phra Vajirayan, 66 tahun, ditangkap pada 10 September 2026 setelah polisi mengusut dugaan penyalahgunaan dana kuil yang nilainya diperkirakan mencapai 100 juta baht. Dalam perkara yang sama, Punyavee Rungrueang, 47 tahun, yang disebut sebagai asistennya, turut diamankan.

Cuplikan CCTV dari kediaman kepala biara

Polisi melakukan penggerebekan di kediaman Phra Vajirayan sekitar pukul 06.00 setelah menerima laporan terkait dugaan masalah keuangan di Wat Phutthaisawan.

Komisaris Biro Investigasi Pusat Thailand Natthasak Chaowanasai mengatakan penyidik menemukan rekaman kamera pengawas dari dalam kediaman kepala biara tersebut.

Rekaman itu disebut menunjukkan Phra Vajirayan bersama seorang perempuan dalam situasi yang dianggap tidak pantas bagi seorang biksu. Polisi juga menyebut aktivitas dalam video berlangsung di atas meja yang biasa digunakan untuk makan.

Rekaman tersebut kemudian menjadi bagian dari barang bukti yang diperiksa penyidik. Namun, video itu tidak dengan sendirinya membuktikan seluruh dugaan tindak pidana keuangan yang sedang diselidiki.

Sosok perempuan dalam rekaman adalah Punyavee

Perempuan yang dikaitkan dengan rekaman tersebut adalah Punyavee Rungrueang, 47 tahun, yang disebut sebagai asisten Phra Vajirayan.

Namanya juga muncul dalam penyelidikan aliran dana karena polisi menduga puluhan juta baht beredar melalui rekening bank miliknya setiap tahun.

Punyavee kemudian ditangkap atas dugaan membantu pejabat negara melakukan aktivitas ilegal. Dalam sistem hukum Thailand, sejumlah biksu yang menerima gaji bulanan dari pemerintah dapat masuk kategori pejabat negara untuk tujuan hukum tertentu.

Kasus bermula dari dugaan dana kuil

Di balik munculnya rekaman CCTV, penyelidikan utama polisi sebenarnya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana Wat Phutthaisawan.

Phra Vajirayan diduga menerbitkan lebih dari 20 tanda terima sumbangan yang tidak sah atas nama kuil selama lebih dari dua tahun.

Polisi menduga sebagian dana yang berasal dari penjualan benda keagamaan, termasuk jimat Buddha, tidak masuk ke rekening resmi kuil. Sebagian uang diduga dialihkan melalui lembaga lain dan rekening pribadi, termasuk melalui yayasan yang dicurigai digunakan untuk menampung atau mentransfer dana.

Nilai dana yang diduga disalahgunakan diperkirakan mencapai sekitar 100 juta baht.

Emas dan uang tunai ditemukan di rumah Punyavee

Penyidik kemudian menggeledah rumah Punyavee di Pathum Thani, wilayah yang berada di antara Bangkok dan Ayutthaya.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita 35 jimat emas, emas batangan dan perhiasan dengan berat gabungan sekitar 1,36 kilogram. Nilai keseluruhan barang itu diperkirakan mencapai 6,04 juta baht.

Selain emas dan perhiasan, polisi menemukan uang tunai sekitar 3,6 juta baht, telepon seluler, dokumen tanah dan rekening bank, dokumen investasi, serta bukti transaksi penjualan.

Barang-barang tersebut diperiksa untuk menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Rekaman disebut diserahkan mantan pengikut

Rekaman CCTV yang menjadi perhatian publik disebut berasal dari mantan pengikut Phra Vajirayan.

Mereka dilaporkan menyerahkan video tersebut kepada pihak terkait setelah tidak tahan dengan perilaku yang diduga dilakukan kepala biara tersebut.

Polisi kemudian menjadikan rekaman itu sebagai salah satu bahan penyelidikan terhadap aktivitas Phra Vajirayan di lingkungan kuil.

Meski demikian, penyidik tetap harus menghubungkan temuan video dengan bukti lain, termasuk rekening, dokumen, transaksi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara keuangan.

Penyidikan masih bisa meluas

Kasus ini juga berpotensi melibatkan lebih banyak pihak. Menurut laporan Bangkok Post, penyidik mencurigai adanya dua atau tiga orang lain yang mungkin memiliki keterkaitan, termasuk kemungkinan lebih dari satu perempuan.

Phra Vajirayan sebelumnya dikenal sebagai pembuat jimat Buddha dan salah satu benda yang dikaitkan dengannya adalah koin "Nuea Duang". Ia kemudian diangkat menjadi kepala Wat Phutthaisawan pada 2022.

Setelah ditangkap, Phra Vajirayan menjalani prosesi pelepasan jubah di aula pentahbisan kuil. Ia mengenakan pakaian putih dan kembali menggunakan nama sebelum menjadi biksu, Atichote Thammavaro, sebelum dibawa ke Biro Investigasi Pusat Thailand untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang pengurus kuil awam juga dibawa untuk diinterogasi, tetapi memilih tidak memberikan komentar.

Peredaran cuplikan CCTV di media sosial membuat kasus Phra Vajirayan semakin mendapat perhatian publik. Namun, seluruh dugaan pelanggaran moral dan penyalahgunaan dana tersebut masih berada dalam proses penyelidikan dan belum menjadi putusan hukum yang menyatakan pihak-pihak terkait bersalah.

***

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun sebagai informasi atas isu yang tengah menjadi perhatian publik sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan digital dan ketentuan hukum yang berlaku. Demi menjaga etika jurnalistik, redaksi tidak memuat, menyebarluaskan, menautkan, maupun menguraikan secara detail konten bermuatan pornografi yang beredar di berbagai platform digital.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |