Karhutla Jatim dan Kaltara mencapai 37,84 hektare dalam tiga kejadian di Ponorogo, Pasuruan, dan Bulungan.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Senin, September 14, 2026
![]() |
| Karhutla terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Utara dengan total lahan terdampak 37,84 hektare. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga wilayah di Jawa Timur dan Kalimantan Utara dalam dua hari pada 10-11 September 2026. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total area yang terbakar atau terdampak mencapai sedikitnya 37,84 hektare.
Tiga kejadian tersebut berlangsung di Kabupaten Ponorogo dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, serta Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Luasan terbesar tercatat di Bulungan dengan perkiraan area terdampak sekitar 30 hektare.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kebakaran di Ponorogo terjadi di kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa daun jati dan rumput ilalang dengan luas sekitar 5 hektare. BNPB mencatat tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Karhutla di Ponorogo sudah padam
Penanganan di kawasan Gunung Gede dilakukan melalui koordinasi dan asesmen oleh BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Ponorogo. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
"Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB," kata Berton, Minggu (13/9/2026).
Hingga Sabtu (12/9/2026), situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif. Api disebut sudah padam dan tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap di sekitar area kejadian.
Pasuruan terbakar akibat dugaan pembakaran sampah
Kebakaran berikutnya terjadi di Jalan Patiunus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.
Area alang-alang yang terbakar diperkirakan mencapai 2,84 hektare. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah sebelum kemudian merambat ke vegetasi alang-alang di sekitarnya.
Berton mengatakan proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran Kota Pasuruan kemudian melakukan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Sampai Sabtu (12/9/2026), kondisi di lokasi tersebut juga dinyatakan kondusif.
Bulungan menjadi lokasi kebakaran terluas
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Palas Timur, pada Jumat (11/9).
Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 30 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi area agar kebakaran tidak meluas.
Setelah api berhasil ditangani, petugas melanjutkan pembasahan pada area yang telah terbakar untuk mengurangi risiko munculnya kembali titik api. Hingga Sabtu (12/9), pemantauan terhadap sisa asap dan pembasahan masih dilakukan.
Penanganan di Bulungan melibatkan BPBD Provinsi Kalimantan Utara, BPBD Kabupaten Bulungan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBPK, KPH Kabupaten Bulungan, unsur Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Kalimantan V, TNI AD, serta Polda Kalimantan Utara.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan metode pembakaran karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko karhutla.
"Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah daerah apabila melihat titik api maupun kejadian kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak meluas," ujar Berton.



















































