Bupati Cilacap Terseret OTT KPK! 13 Orang Termasuk Sekda Digelandang ke Jakarta

7 hours ago 7

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Maret 14, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Bupati Cilacap Terseret OTT KPK! 13 Orang Termasuk Sekda Digelandang ke Jakarta
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 13 orang ke Jakarta setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Di antara mereka terdapat Bupati Cilacap, Sekretaris Daerah (Sekda), serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa para pejabat tersebut kini berada di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

13 orang dibawa ke Jakarta usai OTT

Operasi senyap yang digelar lembaga antirasuah itu berlangsung di wilayah Kabupaten Cilacap. Dalam kegiatan tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total 27 orang.

Namun setelah proses awal pemeriksaan, hanya 13 orang yang kemudian dibawa ke Jakarta untuk didalami lebih lanjut keterlibatannya dalam perkara tersebut.

Rombongan yang diamankan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.35 WIB. Mereka menempuh perjalanan menuju ibu kota menggunakan kereta api dari daerah operasi.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif," ujarnya.

Bupati Cilacap ikut diamankan

Salah satu tokoh yang ikut terjaring dalam OTT tersebut adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Penangkapan terhadap kepala daerah itu menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proyek di lingkungan pemerintah daerah.

Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi adanya kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap.

"Bahwa benar hari ini (kemarin-red) KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

"Di mana hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap," sambungnya.

Dugaan suap proyek, uang tunai disita

Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita barang bukti dari operasi tangkap tangan tersebut. Salah satu barang bukti yang diamankan berupa uang tunai.

Meski demikian, pihak KPK belum mengungkapkan secara rinci jumlah uang yang ditemukan dalam operasi tersebut.

OTT ini disebut berkaitan dengan dugaan praktik suap yang berhubungan dengan proyek tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan.

KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan setelah pemeriksaan awal selesai.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |