Debut Super 1000 di Malaysia Open 2026, Faza/Aisyah Siap Tampil Lepas dan Kejutkan Unggulan

1 day ago 15

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Januari 06, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Debut Super 1000 di Malaysia Open 2026, Faza/Aisyah Siap Tampil Lepas dan Kejutkan Unggulan
Debut Super 1000 di Malaysia Open 2026, Faza/Aisyah Siap Tampil Lepas dan Kejutkan Unggulan

PEWARTA.CO.ID — Pasangan ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, bersiap menjalani momen penting dalam karier mereka.

Malaysia Open 2026 akan menjadi panggung Super 1000 pertama yang mereka rasakan sejak menembus jajaran elite dunia bulu tangkis.

Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari 2026.

Indonesia sejatinya mengirimkan 10 wakil ke ajang ini, namun satu di antaranya, Gregoria Mariska Tunjung, memutuskan mundur.

Bagi Faza/Aisyah, kesempatan ini menjadi tantangan besar sekaligus peluang pembuktian.

Antusias sambut debut Super 1000

Faza mengaku sangat antusias mendapat kepercayaan tampil di turnamen dengan level tertinggi dalam kalender BWF tersebut. Menurutnya, persiapan sudah dilakukan dengan matang, terutama dari sisi mental.

"Perasaannya pasti senang dipercaya buat pertandingan di level 1000 ini. Saya sangat bersemangat menyambut debut di Malaysia Open," ungkap Faza dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan bahwa keyakinan diri menjadi aspek terpenting yang terus dibangun menjelang pertandingan.

"Kalau saya sendiri lebih disiapkan secara mental. Harus percaya sama kemampuan masing-masing, kemampuan diri sendiri juga. Pelatih percaya kami turun di ajang sebesar ini jadi kami juga harus percaya kalau kami mampu," imbuhnya.

Perjalanan bangkit di sepanjang 2025

Saat ini, Faza/Aisyah menempati peringkat ke-22 dunia. Capaian tersebut tidak lepas dari performa impresif mereka sepanjang paruh kedua 2025.

Pasangan muda ini sukses merebut empat gelar Super 100—Indonesia, Vietnam, Guwahati, dan Odisha—serta melaju hingga semifinal di Syed Modi Super 300.

Namun, Faza tak menampik bahwa perjalanan menuju level atas sempat diwarnai fase sulit.

"Sebenarnya hasil itu dilihat setengah tahun terakhir saja yang bagus ya. Karena di awal 2025, kami sempat dicoba di 300, di 500 tapi hasilnya kurang bagus kan. Itu juga sempat mengurangi kepercayaan diri," ucap Faza.

Evaluasi besar pun dilakukan oleh tim pelatih dengan menghentikan agenda turnamen selama tiga bulan untuk fokus persiapan dan menurunkan level kompetisi demi membangun kembali mental bertanding.

"Kami stop pertandingan tiga bulan buat persiapan lalu disuruh turun level. Dari turnamen Super 100 itu kami coba buat membangun kepercayaan diri lagi. Alhamdulillah dapat beberapa gelar dan cukup berpengaruh positif pada keyakinan kami," sambung pemain berusia 21 tahun itu.

Target kejutan di Malaysia Open

Menghadapi debut Super 1000, Faza menegaskan target utama mereka adalah menampilkan permainan terbaik tanpa terbebani status lawan. Meski demikian, ambisi untuk menjungkalkan unggulan tetap ada.

"Kami ingin membuat kejutan di sini dengan mengalahkan unggulan-unggulan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana mengeluarkan permainan yang baik dan bagus," tegas Faza.

Aisyah ingin tampil total sejak awal

Di sisi lain, Aisyah mengaku sempat tak menyangka dirinya bisa tampil di ajang Super 1000 dalam waktu relatif cepat. Ia pun bertekad memaksimalkan kesempatan langka tersebut.

"Tidak terbayangkan akhirnya bisa debut di Super 1000. Kami ingin menampilkan permainan yang baik. Kami harus siap dan in dari awal di level ini. Feeling mainnya dan penempatan bola harus langsung prima," papar Aisyah.

Pada babak pertama Malaysia Open 2026, Faza/Aisyah akan berhadapan dengan pasangan Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.

Laga ini menjadi ujian awal bagi wakil Indonesia tersebut untuk mengukur kesiapan mereka bersaing di level tertinggi dan membuka peluang melaju lebih jauh di turnamen Super 1000 pertamanya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |