Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, April 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Dugaan Pelecehan Santri oleh Ustaz SAM Terkuak, Modus Beasiswa ke Mesir Jadi Sorotan |
PEWARTA.CO.ID — Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang tokoh agama bernama Syeikh Ahmad Misry alias SAM mulai terkuak ke publik. Modus yang diduga digunakan untuk mendekati korban kini diungkap oleh pihak pelapor, Habib Mahdi Alatas.
Modus iming-iming beasiswa ke Mesir
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Habib Mahdi Alatas membeberkan bahwa korban yang disasar mayoritas merupakan santri laki-laki di bawah umur. Mereka diduga dirayu dengan janji pemberangkatan ke Mesir untuk memperdalam ilmu agama dan memperoleh sanad hafalan Alquran.
Namun sebelum keberangkatan, korban disebut diminta menjalani proses yang diklaim sebagai “cek fisik” oleh terlapor. Praktik inilah yang diduga menjadi pintu masuk tindakan asusila.
"Iming-imingnya agama ya. 'Mau enggak saya berangkatin ke Mesir? Untuk menjadi Hafiz Alquran, nanti kalau ke sana memiliki sanad'. Yang akhirnya dibilang 'Ya udah saya cek fisik'. Namanya anak umur 15 tahun, enggak tahu luar negeri, disuruh cek fisik," kata Habib Mahdi di Menteng, Jakarta Pusat.
Korban disebut mencapai belasan orang
Habib Mahdi mengungkapkan jumlah korban saat ini diperkirakan sudah lebih dari sepuluh orang. Meski demikian, baru lima orang yang secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.
Para korban berasal dari berbagai daerah, mulai dari Purbalingga, Bogor, hingga ada yang saat ini berada di Mesir. Ia juga menyebut telah mengantongi data para korban secara lengkap.
"Yang saya tahu, sekarang di atas belasan. Data sudah pada saya semua. Ada korbannya yang usianya sudah 24 tahun, dia mau menikah, Syekh bawa dia ke kamar, terus ditanya 'Mohon maaf ya, kemaluan kamu kecil apa besar? Coba buka', dipegang-pegang," ungkapnya.
Dampak psikologis pada korban
Lebih lanjut, Habib Mahdi menyoroti dampak psikologis yang dialami para korban. Ia menyebut salah satu korban yang merupakan hafiz Alquran berprestasi mengalami trauma serius setelah kejadian tersebut.
Korban bahkan disebut mengalami perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, termasuk kecanduan konten negatif sebagai dampak dari trauma yang dialami.
"Dia ini sampai maniak untuk nonton film porno. Jadi kalau SAM mengatakan di video ini bahwa itu adalah fitnah, saya punya buktinya semua," jelas Habib Mahdi.
Diduga berlangsung sejak 2017
Menurut penuturan Habib Mahdi, dugaan tindakan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia menyebut praktik ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Yang dilaporkan itu dari kurun waktu tahun 2017 sampai dengan 2025. Iya, jadi orangnya bertahap," tutupnya.
Klarifikasi dari Syeikh Ahmad Misry
Di sisi lain, Syeikh Ahmad Misry membantah keras tudingan yang diarahkan kepadanya. Dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, ia menegaskan bahwa informasi yang beredar belum tentu benar.
Ia juga mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan, dengan mengutip ayat Alquran sebagai landasan.
"Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak mudah menyebarkan setiap berita yang kita dengar, tanpa kita cek terlebih dahulu kebenarannya," ujar Syeikh Ahmad Misry dikutip dari laman Instagramnya, Kamis (23/4/2026).



















































