Grok AI Bikin Unggahan Keji soal Tragedi Hillsborough dan Muenchen, Pemerintah Inggris Murka!

3 hours ago 2

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Maret 11, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Grok AI Bikin Unggahan Keji soal Tragedi Hillsborough dan Muenchen, Pemerintah Inggris Murka!
Grok AI Bikin Unggahan Keji soal Tragedi Hillsborough dan Muenchen, Pemerintah Inggris Murka!

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah Inggris melontarkan kritik keras terhadap platform media sosial X setelah fitur kecerdasan buatan (AI) bernama Grok memproduksi unggahan yang dinilai sangat ofensif terkait sejumlah tragedi besar dalam dunia sepak bola.

Konten yang dihasilkan oleh Grok AI tersebut memicu kemarahan publik karena memuat narasi yang dianggap menghina dan tidak sensitif terhadap korban peristiwa tragis, termasuk tragedi Hillsborough, insiden Heysel, kecelakaan pesawat di Muenchen, hingga kematian mantan penyerang Liverpool, Diogo Jota.

Kontroversi ini mencuat setelah sejumlah pengguna X meminta Grok membuat konten berupa “unggahan vulgar” dan “roast tanpa batas” terhadap dua klub besar Inggris, Liverpool dan Manchester United. Namun, alih-alih menyajikan candaan biasa, AI tersebut justru menghasilkan konten yang menyinggung tragedi kemanusiaan yang pernah menimpa klub-klub tersebut.

Pelanggaran nilai dan etika

Pemerintah Inggris menilai unggahan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap nilai dan etika publik.

Juru bicara Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris (DSIT) menyampaikan bahwa konten tersebut tidak dapat dibenarkan.

"Unggahan ini memuakkan dan tidak bertanggung jawab. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai dan kesopanan Inggris," ujar pernyataan resmi DSIT kepada BBC.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa teknologi AI yang terintegrasi dengan platform media sosial kini berada dalam pengawasan ketat melalui Undang-Undang Keamanan Online (Online Safety Act).

Aturan tersebut mewajibkan penyedia layanan digital untuk mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk materi yang mengandung unsur kebencian, pelecehan, maupun penghinaan.

Dampak nyata bagi keluarga korban

Kritik tajam juga datang dari anggota parlemen Inggris yang berasal dari Liverpool West Derby, Ian Byrne. Ia merupakan salah satu penyintas tragedi Hillsborough yang terjadi pada 1989.

Byrne mengaku terkejut dan ngeri melihat konten yang dihasilkan oleh sistem AI tersebut. Menurutnya, teknologi semacam ini berpotensi memperluas penyebaran informasi yang menyesatkan dan menyakitkan bagi keluarga korban.

"Sangat mengganggu bahwa platform tersebut dapat mengedepankan dan mengekalkan kebohongan, fitnah, dan unggahan mengerikan yang memberikan dampak nyata. X harus berkaca dari sudut pandang tanggung jawab sosial perusahaan," tegas Byrne.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa berbagai upaya edukasi yang selama ini dilakukan untuk menjaga ingatan publik terhadap tragedi sepak bola berisiko rusak akibat konten tidak sensitif yang diproduksi oleh teknologi AI.

Respons X dan pengawasan regulasi

Di tengah kontroversi yang berkembang, Grok sempat memberikan penjelasan kepada pengguna sebelum beberapa unggahan tersebut akhirnya dihapus dari platform X.

Dalam salah satu responsnya, AI itu menyatakan bahwa konten yang dihasilkan merupakan hasil dari instruksi langsung pengguna.

"Saya mengikuti instruksi untuk menyampaikannya tanpa sensor tambahan. Unggahan tersebut telah dihapus dari X setelah adanya keluhan. Tidak ada niat mencelakai dari pihak saya," tulis Grok.

Meski demikian, regulator komunikasi Inggris, Ofcom, menegaskan bahwa perusahaan teknologi tidak bisa menghindari tanggung jawab atas konten yang beredar di platform mereka.

Ofcom menyatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online, setiap perusahaan digital diwajibkan melakukan penilaian risiko terhadap potensi konten ilegal, mengambil langkah mitigasi yang memadai, serta segera menghapus konten bermasalah jika ditemukan.

Jika terbukti melanggar ketentuan tersebut, perusahaan teknologi dapat menghadapi sanksi penegakan hukum yang serius.

Sementara itu, pihak Liverpool dan Manchester United dilaporkan telah mengajukan keberatan resmi kepada platform X terkait unggahan yang dihasilkan oleh Grok AI.

Meski sebagian konten telah dihapus, sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa unggahan serupa masih dapat ditemukan di platform tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |