Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Januari 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Hadiri WEF 2026, Prabowo Pamer Ekonomi RI Tumbuh Stabil di Atas 5 Persen |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti performa positif ekonomi nasional di hadapan para pemimpin dunia dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo memamerkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Di hadapan peserta WEF 2026, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi secara konsisten, bahkan ketika banyak negara menghadapi perlambatan akibat ketidakpastian global.
Ia juga mengutip penilaian lembaga keuangan internasional, International Monetary Fund (IMF), yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi menjanjikan.
"IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, 'titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang'," kata Prabowo.
Ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah tekanan global
Prabowo menegaskan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dunia dihadapkan pada pengetatan keuangan global, meningkatnya ketegangan perdagangan, hingga ketidakpastian politik di berbagai kawasan. Namun, situasi tersebut tidak menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun selama dekade terakhir, dan saya yakin tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi," ujar Prabowo.
Ia menambahkan, stabilitas ekonomi Indonesia juga tercermin dari tingkat inflasi yang relatif rendah serta pengelolaan fiskal yang disiplin.
"Inflasi kita tetap sekitar 2 persen. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita," tambahnya.
IMF nilai ekonomi Indonesia tangguh dan terukur
Menurut Prabowo, pujian yang diberikan IMF kepada Indonesia bukanlah sekadar optimisme tanpa dasar. Ia menilai pengakuan tersebut lahir dari bukti nyata atas ketahanan dan konsistensi kebijakan ekonomi nasional.
"Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kita telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik," kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah dirancang secara hati-hati agar tetap adaptif terhadap dinamika global, sekaligus menjaga stabilitas domestik.
Perdamaian dan stabilitas jadi fondasi pertumbuhan
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung faktor non-ekonomi yang turut berperan besar dalam menjaga pertumbuhan Indonesia, yakni perdamaian dan stabilitas nasional. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hasil kebetulan atau keberuntungan semata.
Prabowo menyebut bahwa sejak awal, Indonesia konsisten memilih jalan persatuan dan kerja sama dibandingkan konflik dan konfrontasi.
"Persahabatan dan kerja sama daripada konfrontasi. Dan selalu, persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kita, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dilindungi. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk diperoleh kembali," tegasnya.
Ia menilai kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional menjadi aset penting yang harus terus dijaga, karena menjadi fondasi kepercayaan global terhadap stabilitas dan arah kebijakan nasional.



















































