Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, April 19, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus USD102,26 per Barel |
PEWARTA.CO.ID — Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami lonjakan tajam pada Maret 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan ICP berada di angka USD102,26 per barel, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 149.K/MG.03/MEM.M/2026.
Kenaikan ini mencerminkan tekanan kuat dari dinamika global, khususnya ketegangan geopolitik yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa lonjakan tersebut sejalan dengan tren kenaikan harga minyak dunia yang juga meningkat signifikan sepanjang Maret 2026.
“Rata-rata ICP bulan Maret 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar USD33,47 per barel dibandingkan bulan Februari 2026, dari USD68,79 per barel menjadi USD102,26 per barel. Kenaikan ini sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam,” ujar Laode dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/4/2026).
Konflik global dorong kenaikan harga
Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak tidak lepas dari memanasnya konflik geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok energi global.
Salah satu faktor krusial adalah terhambatnya distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi pasokan.
Gangguan tidak hanya terjadi pada jalur distribusi, tetapi juga menyentuh aspek produksi. Beberapa kejadian yang tercatat antara lain gangguan pengiriman LNG di Qatar, kendala operasional kilang di Arab Saudi, hingga penurunan produksi di sejumlah negara akibat terdampaknya fasilitas energi penting.
“Situasi geopolitik yang memanas menyebabkan ketidakpastian pasokan global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan,” imbuhnya.
Pemerintah siapkan langkah mitigasi
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan global. Berbagai langkah antisipasi juga disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mencari alternatif sumber pasokan energi guna mengurangi ketergantungan pada wilayah yang terdampak konflik.
“Melalui langkah antisipatif dan pemantauan yang berkelanjutan, pemerintah tetap memastikan pasokan energi nasional terjaga dan stabil,” tegas Laode.
Perbandingan harga minyak dunia
Kenaikan ICP juga sejalan dengan tren peningkatan harga minyak mentah global lainnya sepanjang Maret 2026. Berikut rincian perbandingannya dengan Februari 2026:
- ICP Indonesia naik USD33,47 per barel, dari USD68,79 menjadi USD102,26 per barel
- Harga Brent (ICE) meningkat USD30,23 per barel, dari USD69,37 menjadi USD99,60 per barel
- WTI (Nymex) naik USD26,47 per barel, dari USD64,52 menjadi USD91,00 per barel
- Dated Brent melonjak USD32,73 per barel, dari USD71,15 menjadi USD103,89 per barel
- Basket OPEC mengalami kenaikan signifikan USD48,13 per barel, dari USD67,90 menjadi USD116,03 per barel (per 30 Maret 2026)
Lonjakan harga minyak ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kondisi geopolitik terhadap sektor energi global, sekaligus menjadi sinyal bagi negara-negara untuk memperkuat ketahanan energi masing-masing.



















































