Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Agustus 09, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
Ilustrasi: Ibu hamil menunggu jadwal keberangkatan pesawat di ruang tunggu bandara. (Foto: Dok. Encrier/Canva) |
PEWARTA.CO.ID — Perjalanan udara menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, termasuk ibu hamil. Namun, kondisi kehamilan menuntut perhatian khusus, baik dari calon penumpang maupun pihak maskapai, demi memastikan keselamatan dan kenyamanan selama penerbangan.
Menurut aturan di dunia penerbangan, ibu hamil diizinkan naik pesawat asalkan memenuhi persyaratan tertentu, salah satunya membawa surat rekomendasi dari dokter.
Dokumen ini menunjukkan bahwa kondisi kehamilan aman untuk perjalanan udara dan biasanya akan diminta maskapai sebelum keberangkatan.
Melalui akun Instagram resminya, Direktorat Angkutan Udara (@djpu_151) menyarankan ibu hamil untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum membeli tiket pesawat.
Hal ini penting karena setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda dan beberapa memerlukan pengawasan medis sejak awal.
Konsultasi medis juga membantu menentukan apakah perjalanan udara aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.
“Setiap kehamilan unik, ada kondisi yang memerlukan perawatan medis khusus sejak awal kehamilan,” tulis akun tersebut.
Kebijakan maskapai umumnya memperbolehkan ibu hamil naik pesawat hingga usia kandungan 32 minggu. Namun, jika usia kehamilan sudah memasuki 28 minggu atau lebih, biasanya dibutuhkan dokumen medis dan izin terbang dari dokter.
Bahkan, sebagian maskapai menolak penerbangan bagi ibu hamil di atas 36 minggu untuk mencegah risiko persalinan di udara.
Selain syarat medis, ibu hamil disarankan menerapkan beberapa tips agar perjalanan lebih nyaman, di antaranya:
- Pilih kursi di lorong (aisle seat) untuk memudahkan bergerak atau ke toilet.
- Gunakan sabuk pengaman di bawah perut untuk menghindari tekanan langsung pada janin.
- Konsumsi cukup air putih guna mencegah dehidrasi selama penerbangan.
- Lakukan peregangan ringan setiap beberapa jam untuk melancarkan sirkulasi darah.
- Hindari mengangkat barang berat, termasuk koper kabin.
Perencanaan perjalanan yang matang akan membantu ibu hamil menikmati penerbangan yang aman.
Jangan ragu memberi tahu pihak maskapai mengenai kondisi kehamilan dan siapkan segala kebutuhan sebelum berangkat.
Dengan mengikuti anjuran medis dan prosedur yang berlaku, perjalanan udara bagi ibu hamil tetap bisa menjadi pengalaman yang nyaman dan menyenangkan.