Iran Tembakkan Rudal Qadr, Serang Israel dan Pangkalan AS di Teluk

7 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Maret 03, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Iran Tembakkan Rudal Qadr, Serang Israel dan Pangkalan AS di Teluk
Iran Tembakkan Rudal Qadr, Serang Israel dan Pangkalan AS di Teluk

PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan mengerahkan rudal balistik jarak menengah seri Qadr untuk menggempur Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Serangan ini menjadi babak terbaru dalam eskalasi konflik terbuka antara Teheran dan Tel Aviv yang pecah pada Sabtu (28/2/2026).

Perang terbaru ini bermula dari serangan mendadak yang dilancarkan Israel, dengan dukungan koordinasi Amerika Serikat, ke sejumlah kota di Iran.

Dalam hitungan hari, konflik berkembang cepat dan menyeret sejumlah negara Arab Teluk. Hingga Selasa (3/3/2026), jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 550 orang, dengan sebagian besar korban berasal dari wilayah Iran.

Rudal Qadr jadi andalan Iran

Iran menggunakan rudal balistik keluarga Qadr dalam serangan balasan terhadap Israel. Sistem persenjataan ini secara teknis merupakan bagian dari seri Ghadr-110, yang dikenal sebagai salah satu rudal jarak menengah andalan militer Teheran.

Rudal Qadr memiliki jangkauan operasional sekitar 1.800 hingga 2.000 kilometer. Dengan jarak tempuh tersebut, Iran mampu menjangkau target di seluruh wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab Teluk seperti Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dalam berbagai latihan militer sebelumnya, Iran telah memamerkan kemampuan rudal ini sebagai bagian dari strategi pertahanan dan daya gentar regionalnya. Qadr dirancang untuk menyerang target strategis jauh di wilayah musuh dengan presisi tinggi.

Pada Operasi True Promise 3 Juni tahun lalu, rudal Qadr dilaporkan telah digunakan untuk menghantam target Israel dengan tingkat akurasi yang signifikan. Varian Qadr-H diketahui memiliki kemampuan multi-warhead atau hulu ledak ganda dalam bentuk bom modular klaster.

Sementara itu, varian Qadr-F bahkan dijuluki “Israel Killer” karena jangkauannya yang mencapai 2.000 kilometer, cukup untuk mencakup seluruh wilayah Israel.

Meski bukan sistem paling mutakhir dalam arsenal militer Iran, seri Qadr bersama rudal Emad disebut sebagai tulang punggung kekuatan balistik negara tersebut dan telah digunakan secara luas dalam berbagai operasi militer sebelumnya.

Serangan terkoordinasi AS dan Israel

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara serta rudal secara besar-besaran dan terkoordinasi terhadap berbagai target strategis di Iran. Serangan itu menyasar pangkalan militer serta lokasi yang dikaitkan dengan kepemimpinan senior Iran di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut diklaim sebagai bagian dari strategi gabungan Washington dan Tel Aviv untuk melemahkan kemampuan strategis Iran.

Kedua negara juga menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menekan ancaman berkelanjutan dari Teheran, termasuk terkait ambisi nuklir dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Para pejabat di Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas selama serangan tersebut.

Beberapa komandan berpangkat tinggi dan pejabat senior juga tewas, menurut pernyataan AS. Iran kemudian mengakui kematian Khamenei, menandai konfrontasi bersejarah dan langsung dengan musuh-musuhnya.

Kematian figur tertinggi Iran itu menjadi titik balik besar dalam konflik ini dan memicu respons militer langsung dari Teheran.

Iran balas dengan rudal dan drone

Sebagai bentuk balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke berbagai target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, dan Bahrain ikut terdampak akibat keberadaan fasilitas militer AS di wilayah mereka.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan militer maupun warga sipil. Situasi di sejumlah kota di Israel dan negara-negara Teluk dilaporkan mencekam, dengan sirene peringatan serangan udara terus berbunyi dan sistem pertahanan udara diaktifkan.

Eskalasi cepat dalam hitungan hari ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada dua negara, melainkan telah merembet ke kawasan yang lebih luas.

Ancaman perang regional semakin nyata

Perkembangan konflik juga melibatkan kelompok milisi sekutu Iran di kawasan. Hizbullah di Lebanon dilaporkan menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran. Aksi tersebut kemudian dibalas Israel dengan serangan militer tambahan ke wilayah Lebanon.

Rangkaian aksi saling serang ini memperbesar risiko perang regional berskala luas di Timur Tengah. Dengan keterlibatan langsung Iran, Israel, Amerika Serikat, serta kelompok milisi di Lebanon, konflik berpotensi menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran peperangan.

Situasi di kawasan kini berada dalam titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan rudal balistik jarak menengah seperti Qadr menandai peningkatan signifikan dalam intensitas dan skala konflik, sekaligus memperlihatkan bahwa pertarungan tidak lagi sekadar perang proksi, melainkan konfrontasi terbuka antarnegara.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |