Jelang Lebaran 2026, Nasabah Perbankan Diminta Waspada Modus Penipuan Digital

3 hours ago 2

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Maret 04, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Jelang Lebaran 2026, Nasabah Perbankan Diminta Waspada Modus Penipuan Digital
Ilustrasi. Pelaku kejahatan digital yang menyasar perbankan.

PEWARTA.CO.ID — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, potensi kejahatan siber di sektor perbankan kembali meningkat.

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap memanfaatkan momen tingginya aktivitas transaksi selama Ramadan dan menjelang hari raya.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap tahun, peningkatan transaksi keuangan, baik secara tunai maupun digital, seringkali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya. Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak sembarangan membagikan data pribadi.

Mengutip keterangan resmi Bank BJB pada Rabu (4/3/2026), terdapat sejumlah modus penipuan yang patut diwaspadai masyarakat. Modus tersebut meliputi phishing, quishing, social engineering, hingga penawaran investasi dan pinjaman ilegal yang menggiurkan.

Phishing berkedok THR

Salah satu modus yang kerap muncul menjelang Lebaran adalah phishing. Dalam praktiknya, pelaku mencoba mengelabui korban agar menyerahkan informasi sensitif seperti username, password, hingga data kartu kredit.

Biasanya, penipu mengirimkan pesan berisi iming-iming hadiah Tunjangan Hari Raya (THR), promo menarik, atau notifikasi mencurigakan yang mengarahkan korban untuk mengklik tautan tertentu. Tautan tersebut umumnya palsu dan dirancang menyerupai situs resmi perbankan.

Nasabah diingatkan untuk tidak mudah percaya pada pesan yang meminta data pribadi, terutama jika dikirim melalui saluran tidak resmi.

Quishing dengan QR palsu

Selain phishing, modus quishing juga mulai marak. Quishing merupakan bentuk penipuan yang memanfaatkan kode Quick Response (QR) palsu untuk mencuri data pribadi atau menyebarkan malware ke perangkat korban.

Pelaku biasanya menempelkan QR palsu di lokasi strategis atau mengirimkannya melalui pesan digital. Saat korban memindai kode tersebut, mereka bisa diarahkan ke situs berbahaya atau tanpa sadar menyerahkan data penting.

Karena itu, masyarakat disarankan memastikan keaslian kode QR sebelum melakukan pemindaian, khususnya saat bertransaksi di tempat umum.

Social engineering, manipulasi psikologis

Modus lainnya adalah social engineering atau yang sering disingkat soceng. Teknik ini mengandalkan manipulasi psikologis, di mana pelaku berpura-pura menjadi pihak terpercaya, seperti petugas bank atau layanan pelanggan.

Dengan dalih verifikasi data atau pembaruan sistem, pelaku berusaha mendapatkan informasi rahasia korban, seperti PIN, OTP (One Time Password), maupun password akun.

Nasabah diminta untuk selalu mengingat bahwa pihak bank tidak pernah meminta PIN, OTP, atau password melalui telepon, pesan singkat, maupun media sosial.

Risiko top up dan e-wallet meningkat

Lonjakan transaksi digital selama Ramadan, termasuk aktivitas top up dan penggunaan e-wallet, juga meningkatkan risiko penyalahgunaan akun. Kesalahan memasukkan nomor tujuan atau bertransaksi melalui aplikasi tidak resmi bisa berujung kerugian finansial.

Nasabah disarankan untuk selalu menggunakan aplikasi resmi perbankan dan memastikan kembali nomor rekening atau nomor tujuan sebelum menyelesaikan transaksi.

Waspadai investasi dan pinjaman bodong

Menjelang Lebaran, tawaran pinjaman instan maupun investasi dengan imbal hasil tinggi sering bermunculan. Penawaran tersebut kerap memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan dana tambahan untuk kebutuhan hari raya.

Untuk menghindari jebakan, masyarakat diimbau memastikan bahwa lembaga keuangan yang menawarkan produk tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Bank BJB siapkan layanan jelang Idul Fitri

Di sisi lain, Bank BJB memastikan kesiapan operasional menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Bank tersebut menerapkan layanan terbatas dan weekend banking agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi selama periode libur dan cuti bersama.

Penyesuaian ini mencakup pembukaan sejumlah kantor cabang pada tanggal-tanggal strategis, termasuk saat akhir pekan dan cuti bersama. Dengan demikian, nasabah tetap dapat melakukan setor dan tarik tunai, pemindahbukuan, serta memperoleh informasi produk.

Tak hanya itu, penguatan ketersediaan uang tunai juga dilakukan di jaringan ATM dan CRM guna mengantisipasi lonjakan transaksi di pusat perbelanjaan, SPBU, destinasi wisata, serta titik-titik keramaian lainnya.

Layanan digital pun tetap menjadi andalan. Melalui kanal e-channel seperti bjb ATM/CRM/EDC, Laku Pandai bjb BiSA, serta DIGI bank bjb, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi non-tunai secara cepat dan aman, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pembelian pulsa.

Dengan meningkatnya aktivitas keuangan menjelang Lebaran 2026, kewaspadaan menjadi kunci utama. Nasabah diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi, tidak mudah tergiur penawaran mencurigakan, dan selalu menjaga kerahasiaan data pribadi demi keamanan transaksi.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |