Kondisi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan

6 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, April 24, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Kondisi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan
Kondisi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan

PEWARTA.CO.ID — Peristiwa tragis menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Keduanya nekat melompat dari lantai empat kamar kos milik majikan, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (22/4/2026). Korban R dilaporkan meninggal dunia di lokasi, sementara D berhasil selamat meski mengalami patah tulang dan kini tengah menjalani perawatan.

Kondisi korban yang selamat

Pihak kepolisian memastikan bahwa korban D tidak dalam kondisi kritis. Ia mengalami cedera pada bagian tangan akibat insiden tersebut.

“Nggak (kritis), patah tangan aja,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dikutip Jumat (24/4/2026).

Meski selamat, kondisi D masih membutuhkan penanganan medis lanjutan untuk pemulihan.

DIBERITAKAN SEBELUMNYA!

2 PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil Jakpus, Diduga Hendak Kabur karena Tak Betah dengan Majikan

Dugaan motif kabur karena tidak betah

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi nekat kedua PRT itu dipicu keinginan untuk melarikan diri dari tempat kerja. Mereka disebut merasa tidak nyaman hingga akhirnya memilih kabur dengan cara berbahaya.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ujar Roby.

Langkah ekstrem tersebut diduga diambil dalam kondisi panik, tanpa mempertimbangkan risiko fatal yang mengancam keselamatan mereka.

Pengakuan soal sikap majikan

Lebih lanjut, polisi juga menerima informasi dari saksi terkait alasan korban tidak betah bekerja. Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan sikap majikan yang dianggap keras.

“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak," ujar dia.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif pasti di balik kejadian tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna memperjelas peristiwa yang berujung maut itu.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |