Korban Meninggal Akibat Banjir Kalsel Dapat Santunan Rp15 Juta dari Pemerintah

21 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Januari 05, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Korban Meninggal Akibat Banjir Kalsel Dapat Santunan Rp15 Juta dari Pemerintah
Korban Meninggal Akibat Banjir Kalsel Dapat Santunan Rp15 Juta dari Pemerintah

PEWARTA.CO.ID — Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara bertahap dan terstruktur, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga terdampak.

Menurut Gus Ipul, seluruh bantuan yang diberikan kepada korban banjir mengacu pada hasil asesmen bersama antara pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Skema bantuan tersebut mencakup santunan bagi korban meninggal dunia, bantuan bagi korban luka-luka, hingga dukungan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian, ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” ujarnya.

Rumah rusak akan diklasifikasi, huntara disiapkan

Pada fase rekonstruksi, pemerintah akan melakukan pendataan dan pengelompokan tingkat kerusakan rumah warga terdampak. Rumah-rumah tersebut akan dikategorikan sebagai rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan, sehingga penanganannya bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan hunian sementara atau huntara sebagai tempat tinggal sementara sebelum rumah permanen dibangun kembali.

Nah, setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.

Bantuan lanjutan untuk keluarga terdampak

Tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, pemerintah juga menyalurkan bantuan lanjutan bagi keluarga yang telah menempati huntara maupun hunian tetap (huntap). Bantuan tersebut meliputi pengisian rumah, jaminan hidup (jadup), hingga dukungan pemberdayaan ekonomi.

“Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup, terutama dalam membeli lauk-pauk, sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.

Selain itu, bantuan pemberdayaan ekonomi juga diberikan guna membantu warga bangkit kembali secara mandiri. Gus Ipul menjelaskan bahwa sebagian bantuan bersifat satu kali, sementara bantuan jaminan hidup diberikan secara bertahap.

“Jadi yang Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.

Dapur umum produksi ribuan porsi makanan

Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga meninjau dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dapur umum tersebut diketahui mampu memproduksi lebih dari 5.000 porsi makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, khususnya Tagana, yang terus bekerja tanpa lelah membantu masyarakat terdampak banjir.

“Terima kasih ya, teman-teman Tagana, teman-teman relawan yang terus berbuat kebaikan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana ini,” kata Gus Ipul.

Pengungsi merasa terbantu

Salah satu pengungsi banjir, Masjulia (45), mengaku sangat terbantu dengan berbagai bantuan yang diberikan selama berada di pengungsian. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah dan para relawan.

“Saya mewakili seluruh yang mengungsi mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Selama saya di sini sangat terbantu, terutama masalah makan dan minum kami sangat terbantu. Apalagi kami dapat kasur, selimut, dan sembako,” katanya.

Dengan berbagai bantuan yang disalurkan, pemerintah berharap para korban banjir di Kabupaten Banjar dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |