Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Januari 13, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Lagi Viral Video Batang Timur Berdurasi 16 Detik, Waspada Informasi dan Tautan Palsu yang Bikin Rugi |
PEWARTA.CO.ID — Isu video Batang Timur berdurasi 16 detik kembali ramai di linimasa TikTok dan X. Banyak warganet tergoda mencari video tersebut, padahal di balik viralnya isu ini tersimpan risiko besar berupa hoaks dan tautan palsu yang dapat merugikan.
Perbincangan bermula dari sejumlah unggahan dengan tagar populer seperti #viral, #batangtimur, dan #fyp. Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun X @bgasaja.
“Krungu seleb e Batang Timur ijek viral kenopo ya,” tulis postingan @bgasaja yang dikutip Jatim Network.
Unggahan tersebut telah disaksikan ratusan ribu kali dan memicu rasa penasaran publik mengenai isi video yang disebut-sebut berdurasi singkat tersebut.
MASIH TERKAIT!
Video Batang Timur 16 Detik Viral di TikTok dan X, Ini Kronologi yang Bikin Heboh
Awal mula video Batang Timur jadi sorotan
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa video ini diduga melibatkan seorang perempuan berinisial A dari wilayah Batang Timur. Kronologi kejadian dikabarkan terjadi pada Senin malam, 5 Januari 2026.
Akun TikTok @sahrulsukajajan, menjelaskan, pada malam itu rumah seseorang bernama Aji didatangi oleh A bersama beberapa pihak lain. Kedatangan tersebut disebut sebagai bentuk klarifikasi atas dugaan pencemaran nama baik.
Dalam prosesnya, korban disebut mengalami tekanan dan dipaksa membuat sebuah video klarifikasi, bahkan disertai dugaan ancaman.
JANGAN LEWATKAN!
Link Asli Seleb Batang Timur Durasi 16 Detik, Apakah Video Benar-benar Ada?
Dugaan kasus berawal dari hubungan daring
Kronologi lain menyebutkan bahwa kasus ini berawal dari perkenalan melalui media sosial. Hubungan yang awalnya normal kemudian berkembang menjadi intens secara emosional.
Pelaku diduga menggunakan pendekatan emosional atau love scam. Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku disebut meminta uang. Saat permintaan tersebut ditolak, muncul dugaan ancaman penyebaran data pribadi dan rekaman video korban.
Tak lama kemudian, isu video Batang Timur durasi 16 detik mulai viral di berbagai platform.
Maraknya tautan palsu mengatasnamakan video viral
Hingga saat ini, isi video Batang Timur 16 detik belum diketahui secara pasti. Namun, banyak pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum ini dengan menyebarkan tautan palsu, clickbait, hingga modus penipuan digital.
Tautan semacam ini berisiko mencuri data pribadi, menyebarkan malware, atau mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.
Tips aman menghadapi video viral dan hoaks
1. Waspadai klaim “link asli” tanpa sumber jelas
Dalam kasus video Batang Timur berdurasi 16 detik, banyak tautan palsu beredar dengan klaim eksklusif. Klaim semacam ini sering kali hanya umpan untuk menarik klik dan tidak memiliki dasar informasi yang valid.
2. Lakukan verifikasi informasi dari media tepercaya
Salah satu cara paling aman menghadapi isu viral adalah melakukan verifikasi silang. Bacalah pemberitaan dari media online tepercaya untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayainya.
3. Jangan asal klik atau unduh file dari tautan tak resmi
Tautan viral sering mengarahkan pengguna untuk mengunduh file atau aplikasi tertentu. Padahal, langkah tersebut berpotensi memasukkan malware ke perangkat dan mengancam keamanan data digital.
4. Hindari ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi
Membagikan ulang informasi yang belum jelas kebenarannya dapat memperluas penyebaran hoaks. Selain berisiko secara hukum, tindakan ini juga dapat merugikan pihak yang menjadi korban isu viral.
5. Tingkatkan literasi digital dan etika bermedia sosial
Di era serba cepat, literasi digital menjadi kunci utama. Memahami etika bermedia sosial, berpikir kritis, serta menghormati privasi orang lain akan membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Di era serba viral, kehati-hatian menjadi kunci. Tidak ikut menyebarkan konten sensitif, hoaks, maupun tautan mencurigakan merupakan bentuk tanggung jawab digital. Selain melindungi diri sendiri, sikap bijak juga membantu mencegah kerugian bagi orang lain yang terdampak isu viral tersebut.



















































