Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Februari 24, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Link Mojang Karawang Viral Lagi, Diduga Video Lama 2018 Kembali Bikin Heboh |
PEWARTA.CO.ID — Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan kata kunci “Mojang Karawang Viral” yang mendadak merajai kolom pencarian di berbagai platform digital.
Fenomena ini memicu rasa penasaran warganet yang berupaya mencari tahu asal-usul hingga isi video yang kembali diperbincangkan tersebut.
Setelah sebelumnya sempat menjadi topik hangat, kini perhatian publik kembali tersedot pada tautan video yang diklaim sebagai rekaman lama dari tahun 2018.
Sejumlah akun anonim diduga memunculkan kembali potongan konten tersebut hingga membuat topiknya kembali viral.
Tak sedikit pengguna internet yang memburu link asli video dimaksud. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik viralnya kembali istilah “Mojang Karawang” ini?
MASIH TERKAIT!
Istilah Mojang Karawang dalam tradisi Sunda
Secara kultural, istilah “mojang Karawang” merujuk pada perempuan muda asal Karawang, Jawa Barat, yang identik dengan kecantikan dan keanggunan khas Sunda. Penyebutan ini populer dalam ajang duta daerah seperti Pasanggiri Mojang dan Jajaka Karawang.
Dalam konteks budaya, sebutan tersebut kerap digunakan dalam berbagai kegiatan promosi daerah, konten hiburan, hingga pelestarian seni tradisional. Di platform seperti TikTok dan Instagram, istilah ini lazim ditemukan dalam unggahan bertema tarian daerah, busana tradisional, hingga kampanye pariwisata.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, frasa tersebut justru dikaitkan dengan peristiwa lama yang kembali diangkat ke permukaan.
RELEVAN DIBACA!
Full Video Mojang Karawang 1-2 Menit Kembali Viral, Kasus Tahun 2018 Diungkit Lagi
Video lama tahun 2018 kembali disorot
Lonjakan pencarian dengan kata kunci “mojang karawang 2018”, “mojang karawang video”, hingga “skandal mojang karawang” terpantau meningkat signifikan pada Februari 2026. Padahal, kejadian yang dimaksud terjadi hampir delapan tahun lalu, tepatnya pada Juli 2018.
Kala itu, beredar sebuah video yang memperlihatkan adegan tidak pantas yang melibatkan dua anak muda asal Karawang. Video tersebut menjadi bahan pembicaraan luas karena perempuan dalam rekaman disebut-sebut sebagai finalis ajang Mojang-Jajaka Karawang.
Informasi yang beredar saat itu menyebutkan inisial AR untuk perempuan dan M untuk pria. Rekaman tersebut diduga diambil di salah satu hotel di wilayah Karawang.
Pada November 2018, ketika video tersebut menyebar luas di dunia maya, aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran dan memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Seiring berjalannya waktu dan proses hukum yang ditempuh, kasus ini perlahan meredup dan tak lagi menjadi sorotan publik.
Mengapa bisa viral lagi?
Kemunculan kembali isu lama ini dinilai tak lepas dari karakter media sosial yang memungkinkan konten lama beredar ulang dalam waktu singkat.
Unggahan ulang, potongan video, maupun narasi sensasional dari akun anonim sering kali menjadi pemicu utama viralnya kembali suatu peristiwa.
Fenomena “Link Mojang Karawang Viral” menunjukkan bahwa jejak digital sulit untuk benar-benar hilang. Meski peristiwa telah berlalu dan sempat diproses secara hukum, konten yang pernah tersebar di internet tetap berpotensi muncul kembali kapan saja.
Lonjakan pencarian juga mencerminkan rasa ingin tahu publik yang tinggi terhadap isu-isu sensitif, terlebih jika dikaitkan dengan figur publik atau ajang bergengsi daerah.
Imbauan untuk bijak bermedia sosial
Menyikapi ramainya kembali pencarian video lama tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak turut menyebarluaskan konten yang berpotensi melanggar hukum maupun privasi pihak terkait.
Penyebaran ulang materi bermuatan asusila atau konten pribadi tanpa izin dapat berimplikasi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Selain itu, publik diharapkan lebih selektif dalam menerima dan membagikan informasi, terutama yang berasal dari sumber tidak jelas.
Sikap bijak dalam bermedia sosial menjadi kunci agar tidak ikut memperpanjang siklus viral konten yang merugikan pihak tertentu.
Kembalinya kata kunci “Mojang Karawang Viral” yang menghebohkan tentu menjadi alarm penting bagi emua pihak, bahwa dinamika dunia digital bergerak cepat dan tak jarang mengangkat kembali kisah lama yang sebenarnya telah usai.



















































