Link Teh Pucuk vs KKN 17 Menit Heboh di Telegram, Ini Fakta Sebenarnya yang Harus Diketahui

16 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Februari 18, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Link Teh Pucuk vs KKN 17 Menit Heboh di Telegram, Ini Fakta Sebenarnya yang Harus Diketahui
Link Teh Pucuk vs KKN 17 Menit Heboh di Telegram, Ini Fakta Sebenarnya yang Harus Diketahui

PEWARTA.CO.ID — Dunia maya kembali diramaikan dengan kemunculan dua kata kunci yang mendadak meroket di mesin pencari, yakni “Teh Pucuk viral” dan “KKN 17 menit”. Kombinasi frasa ini memicu rasa penasaran publik dan memancing gelombang pencarian dalam waktu singkat.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah akun media sosial mengklaim adanya video berdurasi 17 menit yang disebut-sebut beredar di Telegram. Sejumlah tautan pun bermunculan, menawarkan akses ke video yang dikatakan sebagai versi lengkap dari potongan klip yang lebih dulu viral.

Namun, apakah benar video berdurasi 17 menit itu benar-benar ada? Ataukah ini sekadar pola lama sensasi digital yang kembali dikemas ulang agar menarik perhatian?

MASIH TERKAIT!

Heboh Link Video Teh Pucuk Viral Mahasiswa KKN 17 Menit, Benarkah Asli atau Cuma Potongan dari Versi 1 Menit 50 Detik?

Bermula dari potongan video singkat

Kisruh ini berawal dari beredarnya video pendek di TikTok dan sejumlah grup percakapan. Cuplikan tersebut menampilkan dua orang berada di dalam sebuah kamar.

Perhatian warganet kemudian tertuju pada detail kecil di dalam video, salah satunya kemasan minuman yang terlihat jelas. Dari sinilah narasi liar berkembang.

Sejumlah unggahan mulai mengaitkan video itu dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Barat. Narasi semakin diperkuat dengan penyematan durasi spesifik “17 menit” yang memancing rasa ingin tahu publik, meskipun tidak ada bukti konkret mengenai keberadaan versi panjang tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana potongan visual sederhana bisa berkembang menjadi isu besar hanya karena dibingkai dengan judul provokatif.

RELEVAN DIBACA!

Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Anis Januar Putri Bantah Dirinya Sosok Pemeran Perempuan

Kenapa disebut “Teh Pucuk”?

Nama produk minuman yang tampak dalam video ikut terseret dan dijadikan label utama dalam penyebaran isu. Kata “Teh Pucuk” pun digunakan sebagai pemikat agar unggahan lebih mudah menarik klik dan perhatian.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak merek minuman tersebut terkait video yang viral. Istilah “Teh Pucuk viral” lebih banyak dipakai sebagai strategi clickbait ketimbang representasi fakta.

Penggunaan nama produk dalam narasi sensasional ini mempercepat penyebaran konten, karena publik cenderung penasaran saat nama brand populer dikaitkan dengan isu kontroversial.

Link Telegram beredar, warganet diminta waspada

Seiring meningkatnya rasa penasaran, banyak pengguna internet mulai berburu tautan yang diklaim sebagai akses ke video lengkap berdurasi 17 menit.

Namun, sejumlah tautan yang beredar justru mengarah ke situs mencurigakan. Ada yang meminta pengguna mengisi data pribadi, login ulang akun media sosial, hingga diarahkan ke halaman penuh iklan.

Pola ini kerap digunakan dalam modus penipuan digital yang memanfaatkan momentum viral. Tren sensasional dijadikan umpan untuk menjebak korban agar memberikan informasi pribadi atau mengunduh file berbahaya.

Pakar literasi digital mengingatkan bahwa risiko mengakses tautan tidak jelas jauh lebih besar dibanding rasa penasaran terhadap konten yang belum tentu keberadaannya.

Klarifikasi resmi dari Universitas Mataram (Unram)

Isu semakin melebar setelah nama Universitas Mataram ikut disebut-sebut dalam narasi yang berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) kampus memberikan klarifikasi tegas.

“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” tegas perwakilan Satgas PPKS.

Pihak kampus juga menyampaikan bahwa mahasiswi yang sempat dituding telah memberikan klarifikasi secara langsung untuk meluruskan isu yang beredar.

“Saya Anis Januar Putri, saya berani bersumpah bahwa orang di dalam video itu bukan saya,” ungkapnya.

Menurut keterangan kampus, terdapat perbedaan fisik dan suara yang cukup jelas antara individu dalam video dengan mahasiswi yang dituding. Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi merugikan.

Sensasi lama dengan pola berulang

Jika ditelusuri lebih jauh, pola viral semacam ini bukan pertama kali terjadi. Konten lama kerap diangkat kembali dengan judul baru yang lebih ekstrem agar memicu gelombang pencarian.

Penggunaan durasi spesifik seperti “13 menit” atau “17 menit” sering dijadikan taktik untuk membangun kesan eksklusif dan meningkatkan rasa penasaran publik.

Sayangnya, dalam banyak kasus, individu yang namanya terseret harus menanggung dampak serius. Reputasi tercoreng, tekanan psikologis meningkat, dan kehidupan sosial terganggu akibat informasi yang belum diverifikasi.

Benarkah video 17 menit itu ada?

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi maupun bukti independen yang memastikan keberadaan video utuh berdurasi 17 menit seperti yang diklaim beredar di Telegram.

Sebagian besar tautan yang beredar justru mengarah ke konten tidak relevan atau berpotensi membahayakan keamanan data pengguna.

Fenomena “Teh Pucuk vs KKN 17 menit” pada akhirnya menunjukkan bagaimana kekuatan judul sensasional mampu mengalahkan verifikasi fakta di era digital. Isu dapat menyebar cepat, sementara klarifikasi sering kali datang setelah narasi telanjur dipercaya luas.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi tren viral, tidak mudah tergoda tautan yang belum jelas sumbernya, serta selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |