Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Februari 22, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| MA AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Hadapi Segala Skenario |
PEWARTA.CO.ID — Putusan mengejutkan datang dari Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif global era Donald Trump.
Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), namun dinilai tidak memiliki landasan kewenangan yang sah.
Keputusan ini sontak memicu respons dari berbagai negara mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Indonesia yang terdampak langsung oleh kebijakan tarif tersebut.
Putusan MA AS tersebut sekaligus membuka babak baru dinamika perdagangan internasional di tengah ketidakpastian regulasi global.
Tak berselang lama setelah keputusan itu diumumkan, Trump kembali melontarkan kebijakan baru berupa tarif impor global sebesar 10 persen.
Langkah tersebut menambah kompleksitas arah kebijakan perdagangan AS dan memunculkan pertanyaan baru mengenai stabilitas hubungan dagang internasional.
Prabowo: Hormati politik AS, Indonesia siap antisipasi
Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menghormati dinamika politik yang terjadi di Amerika Serikat.
Meski demikian, pemerintah tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul akibat kebijakan tarif terbaru tersebut.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Kita lihat perkembangannya,” ujar Prabowo di Washington DC, dikutip Minggu (22/2/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan sikap hati-hati namun tetap optimistis dari pemerintah Indonesia dalam menyikapi perubahan kebijakan dagang negara adidaya tersebut.
Lebih lanjut, Prabowo menilai tarif baru sebesar 10 persen yang diumumkan Trump masih berada dalam batas yang bisa dikelola oleh Indonesia.
“Saya kira ya menguntungkan lah (tarif 10 persen),” tambahnya.
Pandangan itu menunjukkan bahwa pemerintah melihat peluang di balik tantangan kebijakan baru tersebut, terutama jika dibandingkan dengan skema tarif sebelumnya yang dinilai lebih memberatkan.
Airlangga upayakan tarif 0 persen tetap berlaku
Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tetap berupaya mempertahankan fasilitas tarif 0 persen yang sebelumnya telah disepakati antara Presiden Prabowo dan Trump.
Menurutnya, meski MA AS telah membatalkan kebijakan tarif lama, Indonesia ingin agar kesepakatan khusus yang sudah dicapai tetap berjalan.
“Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” kata Airlangga.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi diplomasi ekonomi Indonesia yang mengedepankan negosiasi strategis demi melindungi kepentingan ekspor nasional.
Produk strategis jadi prioritas
Sejumlah komoditas unggulan Indonesia menjadi prioritas dalam skema tarif 0 persen tersebut. Produk agrikultur seperti kopi dan kakao termasuk dalam daftar yang telah mendapatkan fasilitas bebas tarif. Kedua komoditas ini diketahui memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat.
Tak hanya sektor pertanian, fasilitas tarif 0 persen juga mencakup berbagai komponen penting dalam rantai pasok industri nasional. Beberapa di antaranya meliputi produk elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, hingga berbagai produk turunannya yang memiliki daya saing kuat di pasar global.
Dengan cakupan yang luas tersebut, pemerintah menilai kebijakan ini mampu menjaga daya saing produk Indonesia di tengah ketatnya persaingan perdagangan internasional.



















































